Bolehkah Perempuan Bernyanyi Di Depan Orang Yang Bukan Muhrim ?

Ilustrasi Muslimah Bernyanyi
Ilustrasi Muslimah Bernyanyi
cahayaumat.net – Seni suara sebagai ekspresi keindahan pada diri manusia, dengan demikian tidak dapat dikatakan bertentangan dengan agama. Namun perlu diperhatikan bagaimana suatu seni disajikan. Setiap karya memiliki unsur tekstual dan visual. Apabila teks (isi) nyanyian tersebut mengajak orang kepada kemaksiatan atau dibawakan oleh seseorang, misalkan wanita, dengan pakaian yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka terlarang.  Di sini yang dilarang bukan nyanyiannya sebagai suatu ekspresi seni semata, melainkan cara-cara penampilan (visual) dan isinya (tekstual) yang membawa kepada kemaksiatan, yaitu perbuatan-perbuatan di luar ketaatan kita kepada Allah atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah (Ushul Bazdawi, 3: 200)
 
Dalam khazanah fikih klasik, para ulama fikih memang sebagian besar mengharamkan nyanyian. Imam asy-Syafi’i mengatakan bahwa nyanyian adalah permainan yang sia-sia (lahw) yang mirip kebatilan. Orang yang banyak mendengarkannya menjadi orang tolol dan kesaksiannya di depan hakim tidak sah. Murid-muridnya mengharamkan mendengar wanita menyanyi. ImamAbu Hanifah menganggap nyanyian itu dosa (Ihya’ Ulumiddin, 2: 1121-1122). Ibnu Qudamah dari mazhab Hanbali menyatakan, memainkan alat musik seperti gambus, genderang, gitar, rebab, seruling, dan lainnya adalah haram. Kecuali duff (tambor), karena Nabi saw membolehkan di pesta pernikahan dan di luarnya sebagaimana riwayat di atas (al-Mughni, 3: 40-41). Pandangan para ulama ini sesuai dengan situasi zaman mereka dan keadaan bagaimana nyanyian pada waktu itu disuguhkan.
 
Keharaman nyanyian biasanya dihubungkan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan pada satu makna saja. 

KPI Pusat Kembali Tegur Berita Islam Masa Kini

Berita-Islami-masa-kini-di-Trans-TV
Berita-Islami-masa-kini-di-Trans-TV
Berita-Islami-masa-kini-di-Trans-TV

Berita Islam Masa Kini sebuah acara yang tapil di salah satu stasiun tv swasta Nasional Acara bernuansa Islami, acara tersebut kembali kena tegur KPI Pusat. Alasannya karena pada episode yang tayang pada 6 Oktober, acara yang di host si oleh Teuku Wisnu dan Zaskia Adya Mecca yang mengangkat topik cukup sensitif.

kelihatanya ada cuplikan sebuah video kecelakaan yang korbanya adalah anak kecil, padahal acara tersebut tayang di Trans TV pukul 16:55 WIB.

“Berita Islami Masa Kini, yang tayang di stasiun TRANSTV tanggal 6 Oktober 2015 jam 16 lewat 55 WIB itu tidak memperhatikan aturan tentang perlindungan anak-anak dan remaja yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012,” teguran KPI Pusat. “Program tersebut mengangkat tema, “kelalaian orangtua yang berakibat fatal” dengan menampilkan beberapa cuplikan video anak kecil yang kepalanya terjepit di pintu, tenggelam di kolam serta terjatuh dari eskalator. KPI Pusat menilai tayangan eksplisit tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta kengerian bagi pemirsa yang menyaksikan acara berita Islam Masakini tersebut.”

Sebelumnya, Berita Islam Masa Kini juga pernah di tegur KPI. Pad acara yang tayang pada 1 September 2015, Tenku Wisnu dan Zaskia Adya Mecca mengatakan tentang kesalahan pada pengamalan surat Al-Fatihah di antaranya mengirimkan Al-Fatihah untuk orang yang meninggal. Menurut KPI, hal itu dapat menyinggung serta menyebabkan kesalahpahaman karena ada perbedaan pandangan serta paham dalam agama Islam. Seharusnya tema sensitif itu harus ditampilkan dengan hati-hati.

KPI Pusat telah mencatat acara Berita Islam Masa Kini, sudah 2 kali mendapatkan teguran yang sama. Bukan tidak mungkin acara tersebut akan mendapat sanksi berat bila sering melanggar. “Sanksi Administratif Teguran Tertulis Nomor 635/K/KPI/06/15 tertanggal 23 Juni 2015 dan Sanksi Administratif Teguran Tertulis Kedua Nomor 913/K/KPI/09/15 tertanggal 4 September 2015, keduanya atas pelanggaran terhadap penghormatan nilai-nilai agama.Jika di kemudian hari kembali ditemukan pelanggaran, maka KPI Pusat dapat meningkatkan sanksi administratif sesuai ketentuan Pasal 75 SPS KPI Tahun 2012,” pada keterangan KPI Pusat. (tw)

Videonya Berita Islam Masa Kini Bisa di lihat disini

Aseel Shaheen Jadi Wasit Pertama Wimbledon Yang Berhijab

image
Asee Shaheen

cahayaumat.net, London – Pertama kalinya dalam sejarah Wimbledon, seorang wanita keturunan Arab jadi staff wasit pada Wimbledon, Aseel Shaheen gadis berhijab ini terpilih menjadi hakim garis di Wimbledon  tahun ini.

Menggunakan kemeja biru garis-garis serta celana krem, seragam untuk seluruh panitia Wimbledon, dan hijab yang dikenakan Shaheen Aseel mencuri perhatian banyak orang dibandingkan kru pertandingan lain.

London kadang juga dipenuhi orang-orang Arab, terutama pada musim panas, namun melihat seorang wanita berhijab pada olaraga tenis bukan suatu hal yang umum.

“Tak bisa terlukiskan perasaan saya dapat berada disini. Ini merupakan sesuatu yang besar serta sebuah tantangan. Saya merupakan wanita pertama dari Arab yang jadi wasit di kejuaraan tenis Wimbledon.”

“Saya merasa khawatir mereka tak akan dapat menerima saya dikarenakan saya mengenakan hijab, ternyata mereka dapat menerima saya,” ujar Shaheen yang dikutip dari situs Sport 360, Kamis (2/7/2015).

“London saat ini cukup terbuka kepada pengguna Hijab, namun itu tidak wajar pada dunia tenis.”

“Tapi saya bisa mengenakan jilbab dan bekerja di lapangan selama pertandingan tenis di Wimbledon, dan ini adalah sebuah tanda bahwa dunia sudah mulai menerima kami lagi,” kata Shaheen yang berasal dari Kuwait ini.

Perempuan berusia 41 tahun menyukai olahraga namun tidak besar di dunia tenis. Cita-citanya adalah menjadi perenang ataupun pelatih renang sampai akhirnya semua itu berubah saat ia mengikuti kursus perangkat pertandingan tenis pada 2002.

“Saya tidak pernah tahu apa-apa tentang tenis sebelumnya, tapi saya urutan ketiga dalam kursus,” ucap Shaheen sambil mengingat kembali pengalamannya.

“Jadi saya memutuskan untuk melanjutkan langkah itu. Menjalani profesi ini merupakan sebuah tantangan bagi saya karena mereka akan selalu mencalonkan para lelaki dan mengabaikan saya.”

Perjuangan Shaheen cukup berliku sampai akhirnya ia mulai mendapatkan pengakuan akan kemampuannya.

“Saya katakan kepada mereka bahwa saya ingin menjadi seorang wasit internasional, saya memiliki kualifikasi dan saya mempunyai keterampilan bahasa karena saya berbicara bahasa Inggris dengan baik. Jadi saya pergi ke sekolah wasit dan saya mendapat lencana putih tahun 2011.”

ITF mengesahkan wasit dalam beberapa kategori atau lencana. Lencana putih adalah sebuah sertifikasi nasional. Lencana perunggu, perak, dan emas adalah sertifikasi internasional.

Sejak tahun 2011, Shaheen telah ‘memeriahkan’ banyak turnamen sebagai wasit utama ataupun hakim garis di turnamen kategori Futures dan Challenges dalam rangka untuk menambah pengalaman. Ia juga terlibat dalam ajang ATP dan WTA di Doha.

Tahun lalu, ia mendapat pengalaman pertamanya di kualifikasi Wimbledon, yang berlangsung di Roehampton. Tahun ini, setelah mendapatkan evaluasi yang kuat dan mendalam, ia terpilih untuk memimpin dalam babak utama di Wimbledon untuk pertama kalinya.

“Untuk bisa jadi wasit utama (di turnamen besar), paling tidak saya harus memiliki lencana perak.”

“Karena itu saat ini berusaha untuk lulus dari lencana perunggu. Atas dasar itulah saya berpartisipasi di banyak turnamen dan mendapatkan banyak pelajaran,” ujar Shaheen. (tw/sport360)

Zaskia Adya Mecca tak Cari Untung Dalam Bisnis Hijab

Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca

Zaskia Adya Mecca mengakui tak mempunyai tujuan besar dalam berdagang. Walau telah mempunyai dua label pakaian Muslim, ia mengakui tak memikirkan memperoleh untung demikian besar.

Zaskia juga menuturkan, bahwa ia tidak mau hartanya didunia malah memberatkan dianya serta keluarga kelak di akhirat. Ibu dua anak ini menginginkan seluruhnya harta yang dimiliknya dapat digunakan sebaik-baiknya. Harta yg tidak berguna malah bakal membuatnya kesusahan lantaran mesti dipertanggung jawabkan kelak di akherat.

Zaskia Adya Mecca tak Cari Untung Dalam Bisnis Hijab

” Lantaran saya tahu, di akhirat tiap-tiap harta kita bakal dihisab sama Allah, ” ujar zaskia sesudah acara pagelaran baju di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta -dikutip dari Republika (1/7/2015)

” Jujur saja, saya usaha bukanlah buat mencari duit sebanyak mungkin, buat mengkayakan diri sendiri, namun saya ingin dengan usaha ini dapat banyak faedahnya buat orang lain, ” tutur pemeran dalam film Hijab itu menuturkan.

Zaskia Adya Mecca juga berucap bahwa mempunyai harta berlimpah namun tak berguna bukanlah satu hal baik. ” Sia-sia mempunyai banyak duit, rumah, serta barang mahal yang lain, namun cuma disimpan serta tak dipakai. ”

Zaskia A Mecca lebih memilih memberi peluang orang lain untuk bekerja, menolong sesama, serta memberi pendapatan yang halal untuk beberapa karyawannya. Prinsip itu dapat dibuktikan dengan sikapnya mempekerjakan nyaris 100 karyawan yang sebagian besar adalah Ibu dengan anak kecil. (tiwie/ROL)