KH AR Fachruddin, Sosok Teladan Pemimpin Umat

Di tangannya, Islam terasa sangat mudah dan toleran. Dalam berdakwah, ia memegang prinsip: Islam harus dibawakan dengan senyum.

Ia menyadari betul, senyum memiliki nilai ibadah. Kata Nabi SAW, ”Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”

Memimpin dengan senyum, kesan itulah yang melekat pada diri ulama kharismatik ini. Agaknya, prinsip ‘senyum’ ini ikut membentuk wajah Muhammadiyah—ormas Islam yang pernah beberapa periode dipimpinnya—terasa teduh.

Tokoh dan ulama Muhammadiyah itu tak lain adalah KH Abdul Razaq Fachruddin atau lebih akrab disapa dengan panggilan Pak AR. Dilahirkan di Clangap, Purwanggan, Yogyakarta, pada 14 Februari 1916.

Ia adalah anak ketujuh dari 11 bersaudara pasangan KH Fachruddin dengan Nyai Hajjah Fachruddin binti KH Idris. KH Fachruddin adalah seorang lurah naib (penghulu) dari Istana Pakualaman. Di kala usianya menginjak 16 tahun, ia menjadi yatim karena ayahnya meninggal dunia.

Masa kanak-kanak Abdul Razaq dihabiskan di Pakualaman. Setelah berusia tujuh tahun, bersama orang tuanya ia pindah ke Purwanggan. Ia menempuh pendidikan dasar di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Mulai dari Standard School Muhammadiyah Bausasran, Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Sekolah Guru Darul Ulum Muhammadiyah Sewugalur, Kulonprogo, sampai Tabligh School Muhammadiyah.

Perjalanan kariernya dimulai dari bawah, yaitu sebagai guru dan mubaligh pada usia yang masih belia, 18 tahun. Dengan bekal pendidikan yang diperolehnya tersebut, tahun 1936 ia dikirim oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menjadi guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Palembang.

Ia mendedikasikan diri sebagai guru di Palembang selama 10 tahun. Setelah itu, ia pulang ke kampung halamannya, Bleberan.

Tahun 1944, atas permintaan kepala sekolah Darul Ulum, ia mengajar di sana dan menjadi anggota pengurus Muhammadiyah Sewugalur. Ketika Indonesia merdeka, tahun 1945, AR ikut menjadi anggota Barisan Keamanan Rakyat (BKR) tingkat kecamatan atau pasukan Hizbullah Yon 39. Ia juga pernah menjadi pamong desa Kelurahan Galur, Brosot, Kulonprogo, selama setahun.

Pada awal kemerdekaan negeri ini, Pak AR diangkat menjadi pegawai Departemen Agama. Berbagai jabatan pernah ia emban, seperti kepala Kantor Urusan Agama di Adikarto, Wates, pada tahun 1974.

Tidak lama kemudian, ia pindah ke Kulonprogo, Sentalo, dalam jabatan yang sama. Selama sembilan tahun (1950-1959), ia menjadi pegawai jawatan agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berkantor di Kepatihan.

Tahun 1959, ia pindah ke Semarang dan menjabat sebagai kepala Kantor Penerangan Agama Provinsi Jawa Tengah. Tahun 1964, ia kembali ke Yogyakarta dan menjabat sebagai kepala Kantor Penerangan Agama Provinsi DIY hingga pensiun tahun 1972.

A.R Fachruddin Cahaya Kesederhanaan Muhammadiyah

A.R Fachruddin menjadi ketua PP Muhammadiyah terlama sepanjang sejarah. Hidupnya sederhana. Ceramahnya sejuk. Pantang baginya menerima uang untuk kegiatan berdakwah. Ia wafat tanpa pernah memiliki rumah.
tirto.id – Pengalaman indekos di Jalan Cik Ditiro 19 A, Yogyakarta, puluhan tahun silam masih berkesan dalam ingatan Syaifuddin Simon (58 tahun). Ia tak pernah menyangka sosok bersahaja yang menjadi bapak kosnya ternyata salah satu tokoh penting di Tanah Air.

“Pak A.R itu orangnya sangat, sangat, sangat sederhana,” kata Simon, mantan jurnalis yang pernah bekerja di Republika, saat menceritakan pengalamannya kepada Tirto, Selasa (23/5/2017).

Abdul Rozak (A.R) Fachruddin memang lebih akrab disapa Pak AR. Kata “sangat” yang diulang Simon sampai tiga kali menjelaskan banyak hal soal sikap hidup Pak AR.

Lahir di Pakualaman Yogyakarta pada 14 Februari 1916 dari pasangan K.H. Fachruddin dan Maimunah binti K.H. Idris Pakualaman, Pak A.R mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk memajukan umat Islam melalui organisasi Muhammadiyah.

Di Muhammadiyah, Pak A.R bekerja dari bawah. Ia pernah menjadi guru di sepuluh lebih sekolah Muhammadiyah, menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah, ketua ranting, ketua cabang, ketua wilayah, hingga akhirnya menjadi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Pak A.R tercatat sebagai pemimpin PP Muhammadiyah terlama dalam sejarah (1968-1990). Jabatan itu dia emban berdasarkan usul Buya Hamka setelah wafatnya K.H Fakih Usman yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah tersingkat dalam sejarah.

“Dalam Muktamar ke-38 tahun 1968 di Yogyakarta diputuskan bahwa Fakih Usman diangkat menjadi Ketua PP Muhammadiyah, meskipun yang memperoleh suara terbanyak adalah A.R Fachrudin. Kepemimpinan Fakih Usman hanya berlangsung sekitar sepekan—ini merupakan kepemimpinan yang paling singkat dalam sejarah Muhammadiyah—karena beliau meninggal,” seperti dilansir dari 1 Abad Muhammadiyah: Gagasan Pembaruan Sosial Keagamaan.

Menjadi orang nomor satu dan terlama di Muhammadiyah tidak lantas mengubah gaya hidup Pak A.R. Kemana-mana ia lebih suka mengayuh sepeda atau mengendarai motor Yamaha bututnya. Motor keluaran tahun 1970-an itu merupakan pemberian pengusaha batik bernama Prawiro Yuwono yang tidak tega melihat orang penting di Muhammadiyah berdakwah ke berbagai daerah hanya menggunakan sepeda.

“Motor itu dia pakai sampai komponennya rusak, butut, olinya berceceran,” ujar Simon.

Suatu hari dalam perjalanan menuju Pajangan, Bantul, motor Pak A.R mogok. Ia lantas menuntun motornya ke bengkel yang lumayan jauh. Tiba-tiba saja Pak A.R bertemu salah seorang kenalannya.

“Lho, Pak, kok motornya dituntun?” tanya kenalannya itu.

Mendengar pertanyaan itu Pak A.R menjawab enteng: “Kalau tidak dituntun takut nanti ngamuk.”

Tawaran berkendara enak dan nyaman bukannya tidak ada. Awal dekade 1980-an, perwakilan PT Astra datang menawarkan mobil Toyota Corolla DX keluaran terbaru secara cuma-cuma. Namun, Pak A.R menolak. Alasannya sederhana saja, ia tidak bisa menyetir dan ogah direpotkan dengan urusan perawatan.

“Mobil kalau [Pak A.R] mau banyak yang kasih, tapi dia tidak pernah mau,” ujar Simon.

Pak A.R sempat berjualan bensin eceran di depan rumah yang dipinjami Muhammadiyah demi menambah biaya kuliah anaknya. Bisa dibayangkan, pemimpin organisasi sebesar Muhammadiyah, memimpin selama lebih dari dua dekade, berjualan bensin eceran untuk mendapatkan pemasukan.

Ia menolak dikasih uang untuk ceramah. Kalau pun terpaksa harus menerima, uang itu sepenuhnya akan dibagikan ke para pegawai Muhammadiyah yang belum sejahtera.

Sekali waktu Pak A.R pernah coba membeli rumah tetapi uang muka dan cicilan yang telah dibayarkan malah dibawa kabur pengembang. Hingga akhir hayatnya Pak A.R tidak pernah memiliki rumah sendiri.

“Aneh tidak kalau zaman sekarang?” tanya Simon dengan nada retoris.

Meski melakoni hidup dengan kesederhanaan Pak A.R memiliki pergaulan luas. Teman-temannya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari tukang becak, intelektual, budayawan, menteri, hingga presiden. Simon mengatakan Gus Dur kerap datang berkunjung ke kediaman Pak A.R bila ingin membicarakan masalah-masalah nasional.

“Karena Pak A.R orang Muhammadiyah yang paling dekat dengan Pak Harto,” kata Simon.

Sekali waktu usai shalat subuh berjamaah dengan anak-anak kosnya, Pak A.R bercerita bahwa dirinya baru saja mengirim surat kepada Presiden Soeharto. Isi suratnya singkat, tentang rencana Muhammadiyah mendirikan universitas di Yogyakarta.

“Pak Harto, Muhammadiyah bade bangun universitas, menawi kerso monggo,” kata Simon menirukan ucapan Pak A.R mengenai isi surat yang dikirim ke Soeharto.

Simon menilai isi surat Pak A.R kepada Soeharto sangat diplomatis. Sebab di dalamnya tidak ada kata atau kalimat meminta bantuan, tetapi justru lebih berupa tawaran ikut membantu. Dan benar saja, selang seminggu surat itu dikirim, telepon berdering dari pihak Soeharto.

“Ternyata ada cek beberapa ratus juta. Waktu itu uang segitu besar sekali,” ujar Simon.

A.R Fachruddin Cahaya Kesederhanaan Muhammadiyahshare infografik

Gaya Dakwah
Suatu hari pengurus masjid di sekitar kawasan Poncowinatan dekat Malioboro datang ke kediaman Pak A.R. Mereka kebingungan lantaran ada salah satu donator masjid dari keluarga non-Muslim ingin jenazah ayahnya disalatkan sebelum dikubur.

Mendengar cerita ini Pak A.R bergegas datang ke lokasi. Setibanya di lokasi Pak A.R memerintahkan pengurus masjid memasukkan peti mati jenazah si non-Muslim. Ia meminta peti jenazah diletakkan di sisi ruangan masjid. Setelah itu Pak A.R mengajak jamaah melaksanakan shalat Ashar berjamaah.

Usai shalat anak almarhum bertanya kepada Pak A.R mengapa peti mati ayahnya tidak diletakan di depan orang salat seperti saat orang Islam meninggal. Pak A.R menjawab: “Yang di depan, kan, orang Islam. Kalau non-Muslim diletakkan di samping. Ini cara kami menghormati dan mengistimewakan tamu.”

Penguasaan ilmu agama yang mendalam justru mematangkan pribadi Pak A.R. Cara dakwahnya sejuk dan mengajak. Bukan menghakimi apalagi memusuhi. Wajar ceramah-ceramah Pak A.R yang disiarkan TVRI Yogyakarta tidak hanya didengar oleh umat Islam tapi juga non-Muslim.

“Pak A.R kalau ada undangan ceramah dari masyarakat kecil dan dari orang kaya, yang diutamakan datang ke masyarakat kecil. Kebalikan dengan [penceramah] zaman sekarang,” ujar Simon.

Di akhir kepengurusan Pak A.R pada tahun 1989, Muhammadiyah untuk pertama kalinya membuat terobosan bekerjasama dengan bank dalam rangka penataan administrasi keuangan dan konsolidasi organisasi. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipilih karena dinilai lebih bermaslahat.

“Kerja sama dengan bank untuk pertama kalinya ini merupakan langkah yang berani karena di lingkungan umat Islam masih terdapat perbedaan pendapat tentang kehalalan bank, terutama berkaitan dengan riba dan bunga bank,” 1 Abad Muhammadiyah: Gagasan Pembaruan Sosial Keagamaan.

Pak A.R Wafat
Jumat 17 Maret 1995 kabar duka datang dari Rumah Sakit Islam Jakarta: Pak A.R wafat. Ia pergi setelah mengalami perawatan intensif selama tiga pekan karena komplikasi penyakit vertigo, pembengkakan jaringan, dan leukemia.

Presiden Soeharto, Menteri Agama Tarmizi Taher, Ketua Umum MUI KH Hasan Basri, Ketua Umum DPP PPP Ismail Hasan Metareum, Ketua PP Muhammadiyah sempat melayat ke rumah sakit. Jenazah Pak A.R kemudian dibawa ke Masjid Istiqlal. Di sana, ribuan umat Islam sudah menanti untuk menshalatkan jenazahnya.

Presiden Soeharto memesan khusus sebuah pesawat Hercules untuk membawa jenazah Pak A.R ke kampung halamannya Yogyakarta. Di Masjid Besar Kauman Keraton Yogyakarta ribuan umat Islam juga sudah berkumpul. Meluber ke sisi barat alun-alun depan keraton.

“Ini peristiwa langka,” kata sejarawan Universitas Gadjah Mada Djoko Suryo seperti diberitakan Harian Republika.

Amien Rais dalam sambutan atas nama keluarga dan Muhammadiyah mengatakan Pak A.R pergi meninggalkan tiga warisan: kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan. Jenazah Pak A.R dikebumikan di Pemakaman Umum Karang Kajeng berderet dengan pendiri Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan.

Di bawah matahari yang redup dan gerimis kecil, pekik takbir pelayat mengiringi perjalanan Pak A.R ke rumahnya yang abadi.

Pak A.R tercatat sebagai pemimpin PP Muhammadiyah terlama dalam sejarah (1968-1990)
Menjadi orang nomor satu dan terlama di Muhammadiyah tidak lantas mengubah gaya hidup Pak A.R

sumber: tirto.id – jay/nqm

https://tirto.id/ar-fachruddin-cahaya-kesederhanaan-muhammadiyah-cpwf

Sikap PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tentang Kebijakan Penyesuaian 5 Hari Sekolah

Pernyataan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Tentang Kebijakan Penyesuaian 5 Hari Sekolah

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mengawali tahun ajaran baru 2017/2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap mengeluarkan kebijakan penyesuaian jam belajar siswa selama lima hari di sekolah. Kebijakan ini merupakan wujud dari implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dijalankan mulai tanggal 1 Juli 2017. Menanggapi kebijakan baru ini, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) melakukan serangkaian kajian dengan berbagai pertimbangan sebagai berikut:

1. IPM memandang pendidikan sebagai sektor strategis bagi pembangunan peradaban bangsa. Ketika sistem pendidikan yang dijalankan baik, maka baik pula kualitas manusia di dalamnya. Karena strategisnya sektor ini, sistem pendidikan yang dijalankan di Indonesia harus mampu mengembangkan manusianya menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, berbudi luhur, dan memiliki daya saing tinggi.

2. Modal yang penting agar mampu bersaing di ranah global adalah memiliki sumber daya manusia yang berkarakter dan berbudaya. Kita boleh menjulang ke atas langit, tapi juga harus mengakar kuat ke dalam bumi. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi kerangka utama pengembangan manusia Indonesia yang salah satunya termanifestasikan melalui sistem pendidikan yang terstruktur dan sistematis.

3. Urgensi pelaksanaan pendidikan karakter akhir-akhir ini dirasa penting di tengah menguatnya paham ekstremisme, sektarianisme, terorisme, dan penyebaran ideologi transnasionalis yang berpotensi melunturkan semangat dan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat. Menanamkan identitas ke-Indonesiaan sejak dini diharapkan menjadi bekal kemajuan bangsa di masa depan.
4. Agar pendidikan karakter ini bisa berjalan optimal, diperlukan sinergisitas berbagai pihak. Sekolah bekerjasama dengan keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, hingga lembaga keagamaan sehingga memiliki pandangan dan kesadaran yang sama. Keterlibatan berbagai pihak ini memungkinkan para pelajar untuk belajar secara langsung bersama pihak luar sehingga tercipta proses dialog dan pembelajaran yang mencerahkan. Sekolah dengan demikian menjadi ruang diskursus yang dapat memantik nalar kritis dan apresiatif para siswa.

5. Dalam menyelenggarakan program ini, hak-hak pelajar tidak boleh dikesampingkan. Pelajar memiliki hak untuk dibimbing dan diarahkan sesuai minat, bakat, dan potensinya masing-masing yang belum tentu sama. Hak pelajar ini juga termasuk kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan minat dan bakat tersebut.

Kerangka diskusi yang disebutkan di atas kami gunakan untuk melihat kebijakan Kemendikbud sehingga menghasilkan beberapa poin penting sebagai berikut:
1. IPM mengapresiasi upaya pemerintah mengedepankan aspek pendidikan karakter bagi pelajar di Indonesia. Pada bagian ini, suksesnya pelajar memasuki jenjang pendidikan tidak sekadar diukur dari materi pelajaran yang disampaikan di kelas saja. Memberikan porsi 70% untuk pembentukan karakter dan 30% untuk ilmu pengetahuan memungkinkan pelajar mendapatkan materi yang aplikatif dan berguna dalam kehidupan secara langsung, meski tidak meninggalkan pengetahuan umum.

2. Jika dihitung berdasarkan proporsi yang disebut di atas, penyesuaian waktu sekolah menjadi 5 hari tidak serta merta dilihat sebagai penambahan waktu dan pemadatan belajar siswa. Delapan jam sehari tidak melulu dihabiskan di dalam kelas mendengarkan ceramah guru. Jika porsi pengetahuan umumnya 30 persen, maka dari delapan jam itu hanya 2,4 jam saja yang difokuskan untuk mengkaji ilmu pengetahuan secara khusus. Selebihnya, waktunya dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapat dari praktik yang dibimbing oleh guru. Ilmu dari praktik di laboratorium atau di lingkungan secara langsung lebih memudahkan siswa mencerap materi dan merasakan kegunaan ia belajar materi.

baca: Sekolah 5 Hari Dorong Siswa Ikut Diniyah, Mendikbud Muhadjir Effendy

3. Di luar porsi 30 persen untuk pengetahuan umum, pelajar dimungkinkan untuk mengembangkan minat dan bakatnya di luar kelas. Kegiatan ekstrakulikuler seperti olahraga, kesenian, PMR, jurnalistik, kegiatan keagamaan, organisasi siswa, dan komunitas kreatif lainnya memungkinkan untuk dibentuk di sekolah. Pemberian porsi yang besar pada kegiatan pengembangan ini dan diberikannya hak penilaian atas kegiatan yang dilakukan menjawab harapan masyarakat umum yang selama ini menganggap bahwa penilaian siswa berpusat pada pengetahuan kognitif, beban belajar (ilmu pengetahuan) yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.

4. Proses belajar di sekolah yang menjadi lima hari jika dilihat konsepnya lebih dalam tidak serta merta mengalienasi pelajar dari lingkungan sekitar. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang disusun oleh Kemendikbud melibatkan keluarga dan masyarakat sebagai pembimbing secara kolaboratif bersama pihak sekolah. Melibatkan keluarga dan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah mampu meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan tidak sekadar tanggung jawab guru dan sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Bentuknya, proses pendidikan bisa dilakukan di tengah-tengah kampung, masjid, gereja, taman, dan tempat-tempat umum lainnya.

5. Waktu libur Sabtu-Ahad secara penuh yang didapatkan pelajar menjadi waktu yang panjang untuk berkreativitas secara lebih luas. Waktu libur yang panjang ini dapat menjadi waktu senggang yang panjang untuk mengembalikan semangat beraktivitas di hari Senin. Mengembalikan mood agar lebih segar setelah beraktivitas bermanfaat untuk menjaga proses belajar mengajar berjalan efektif.

baca: Full Day School Bisa menangkal Radikalisme di Sekolah, Maarif Institute

Berdasarkan hasil diskusi yang panjang tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengapresiasi kebijakan Kemendikbud yang fokus pada pengembangan pendidikan karakter serta mendukung penyesuaian waktu belajar lima hari agar proses dan hasilnya efektif mendukung jargon Revolusi Mental yang digagas Presiden Jokowi di mana revolusi membutuhkan perubahan sosial-kebudayaan yang berlangsung cepat dan menyangkut dasar serta pokok kehidupan masyarakat.
2. Karena ini berkaitan dengan kebijakan nasional, penerapannya membutuhkan penyesuaian di berbagai daerah. Untuk itu, kami mendorong Kemendikbud untuk melakukan sosialisasi lebih luas mengenai hal ini agar semua pihak mengerti apa yang direncanakan. Agar tidak miskomunikasi dan terjebak pada perdebatan istilah-istilah tertentu yang tidak masuk pada substansinya. Sosialisasi ini juga penting agar pada tataran aplikasi, sekolah tidak sekadar menambah jam pelajaran sehingga malah justru memberatkan para siswa. Penyesuaian ini dilakukan tentu saja diterapkan dengan mempertimbangkan bobot capaian yang telah dimaksud sesuai dengan rencana program.
3. Dalam penerapannya di awal ajaran baru nanti, IPM mengharap pada sekolah sepenuhnya memperhatikan hak-hak pelajar untuk berkembang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi para peserta didik. Mari jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan bagi pelajar untuk berkarya nyata bagi bangsa dan negara.

Demikian pernyataan sikap Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini dibuat. Semoga kita semua bisa bersinergi dalam upaya mewujudkan cita-cita besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga Allah SWT. selalu meridhoi setiap langkah perjuangan kita.
Amiin.

Nuun Walqolami Wama Yasthurun
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 12 Juni 2017/ 17 Ramadhan 1438 H
Velandani Prakoso
Ketua Umum PP IPM
(0857-4700-0596)

Sekolah Macapat Gresikan, Ikhtiar Dakwah Kultural Muhammadiyah Gresik

Mulai Rabu (15/3) malam, Sekolah Macapat Gresikan dibuka di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik rencananya rutin diadakan tiap pekan.

“Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan, secara rutin setiap hari Rabu malam dengan 15 kali pertemuan. Kalau perlu diperpanjang jika diperlukan”, kata Sri Wahyuni SAg, Ketua LSBO PDM Gresik.

Sekolah Macapat Gresikan diasuh langsung oleh Mat Kauli, 86 tahun, seorang pakar Macapat Gresikan. “Beliau, yang belajar Macapat sejak tahun 1949 dari ayahnya yang bernama Samadi Mitisastro di daerah Gumantar Gresik, sangat bersemangat memberikan pelajaran Macapat ini. Karena menurut beliau sangat jarang orang mau belajar Macapat, sehingga kegiatan ini menjadi harapan untuk pelestarian Macapat Gresikan,” kata Wahyuni.

Pembukaan Sekolah Macapat Gresikan selain dihadiri oleh peserta umum dan warga Muhammadiyah Gresik, juga dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Gresik Mustakim SS MSi dan pakar Karawitan Jawa, Drs Sugeng Adi Pitoyo M Hum dari Unesa.

Wahyuni menjelaskan, macapat adalah salah satu jenis genre tembang Jawa yang ringkas dan mudah digunakan sebagai media menyampaikan suatu ajaran, ungkapan kegelisahan, bahkan ungkapan cinta kasih.

“Tembang Jawa itu sebenarnya ada 3, yaitu tembang macapat, tembang tengahan, dan tembang gedhe,” tambah Dodik Priyambada, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik yang juga seorang pemerhati budaya Jawa.

Pada acara perdana ini Bapak Mat Kauli mengajarkan kepada peserta tembang ‘Pucung’, salah satu jenis macapat. Para peserta secara bergantian dan bersamaan melagukan tembang itu, dengan gembira dan penuh semangat. “Pada pertemua Rabu malam berikutnya, akan dilanjutkan dengan tembang tembang Macapat lainnya, “ kata Sriwahyuni.

LSBO PDM Gresik telah memulai sebuah langkah untuk memperkuat media dakwah kultural melalui tembang Macapat. Ayo dukung! (MN) sumbe: pwmu.co

Mantap, Siswa SMK Muhammadiyah Jadi Duta Museum

foto credit: suaramuhammadiyah.com

cahayaumat.net– Peserta didik kelas X TKR-c SMK Muhammadiyah Rembang berhasil terpilih menjadi duta museum penerangan isu serta komunikasi publik kementerian komunikasi dan isu. Pelajar bernama sahad fadzoli itu mengalahkan 99 peserta lain pada tes yg dilaksanakan, selasa (10/lima) kemarin.

Kasi pendidikan serta pelayanan museum penerangan, murni yanti berkata, aktivitas pencarian duta museum penerangan ini dilakukan di berbagai kota pada indonesia. Selain pada rembang, pencarian duta jua digelar pada nusa tenggara barat (ntb), jabar dan jatim.

Tujuan berasal pencarian duta ini adalah supaya museum penerangan dapat disosialisasikan pada semua siswa di indonesia. Tugas pokok lain berasal duta terpilih nanti adalah menyebarluaskan informasi museum penerangan.

Di muat pada laman Sangpencerah, informasi tadi akan di distribusikan lagi oleh museum penerangan pada seluruh rakyat indonesia. ” dari rembang kami menemukan empat duta. Setelah di Sekolah Menengah kejuruan muhammadiyah, kami akan mencari duta di SMAN 1 rembang. Total berasal seluruh indonesia terdapat 25 duta,” ujar yanti. 

Beliau menyebutkan, selain bertugas mencari informasi terkait potensi kotanya, duta pula diberikan kewajiban buat mengirimkan artikel ke museum penerangan. Setiap artikel yang ditulis, duta museum akan mendapatkan imbalan sebanyak rp 100 ribu.

“kami mempersilakan kepada setiap duta meseum mengirim artikel ke kami. Artikel yg kami terima akan dihargai sebesar rp 100 ribu. Itu wujud dari apresiasi buat mereka. Mereka juga bertugas merubah pikiran siswa agar menentukan ke museum dari di ke sentra berbelanja, “tegasnya. (cu/Sp/sm)

 

PCM Menganti Siap Sambut Ramadhan

image
PCM Menganti Siap Sambut Ramadhan

cahayaumat.net, Kajian ahad siang pada tanggal 08 mei 2016 di selenggarakan oleh PCM Menganti.  Kajian ini adalah kajian Rutin bulanan di ahad kedua selain ada juga kajian ahad pagi yang rutin dilaksanakan di ahad ketiga.

Pada kali ini bertempat di masjid Al hidayah dsn kutil (PRM gempol kurung) dan di hadiri oleh ranting muhammadiyah,  ranting aisyiyah,  pc pemuda muhammadiyah,  pc ipm,  serta warga di dsn kutil Ds gempol kurung Menganti. Peserta kurang lebih 150an. 

Kajian ini di buka oleh ketua PCM,  bpk H.  Charir,  SE  seraya mengumumkan maklumat dari PP Muhammadiyah mengenai Awal ramadhan dan hari raya idul fitri, serta mengumumkan bahwa pcm menganti akan melakukan  muscab  InsyaAllah  24 juli 2016. Kajian di isi oleh bpk Drs. H. Moh .IN’AM M.Pdi (PDM gresik) . 

Dalam kajian ini narasumber mengingatkan bahwa ramadhan sudah dekat,  kurang dari sebulan lagi.  Harus lah kita meningkatkan keimanan kita.  Bagaimana meningkatkan keimanan kita salah satu nya adalah aktif dalam pengajian. 

Karena di pengajian kita mendapat ilmu dan juga bisa menanyakan apa yang tidak kita ketahui lalu setelah kita tahu kita akan melaksanaknnya.  Salah satu ciri muhammadiyah adalah warga nya  suka ngaji. 

Maka dari itu ya kita harus ngaji Karena petunjuk Allah harus di cari,  dan Rahmat Allah harus di minta. Selain itu di bulan ramadhan,  janganlah kita balapan dalam sholat taraweh.  Kita harus sholat dengan tuma’ninah.
Kajian ini di akhiri dengan sholat ashar berjamaah. (Taufiq/Cahayaumat)

Unggul Dari SD Negeri, SD Mu 3 Pekajangan Pekalongan Jadi Juara LCC

Kompetisi LCC yang diikuti Ratusan Sekolah Se Pekalongan

cahayaumat.net– Kepala SD Muhammadiyah 3 Pekajangan, Pekalongan Drs Suhandi terasa begitu bersukur atas prestasi yang diukir anak-anak didiknya di tingkat kabupaten. Pasalnya, usaha keras yang dikerjakan sepanjang sebagian bln. paling akhir oleh anak-anak anggota regu ataupun beberapa pembina terbayar dgn hasil yang memuaskan.

Diluar itu, ia terasa bangga pada mereka (anak-anak anggota regu) lantaran ikut mengharumkan nama baik SD Muhammadiyah 03 pekajangan, serta Kecamatan Kedungwuni.

baca: 

“Pertama ya Alhamdulillah mensyukuri. Sesudah pembinaan sepanjang demikian bln. pada akhirnya peroleh hasil yang memuaskan. Bisa membawa nama baik SD Muhammadiyah 3 Pekajanngan, sekalian Kecamatan Kedungwuni, ” katanya pada Radar Pekalongan, Senin (2/5), di ruangan kerjanya.

Sesudah berhasil jadi juara 1 dalam Lomba Cerdas Jeli (LCC) tingkat Kecamatan Kedungwuni, SD Muhammadiyah 3 Pekajangan mengukir prestasi gemilang. Kesempatan ini, regu yang beranggotakan Erlin Meutia, Hasna Farah Diba, serta Dzulqornain Briyan Kautsar berhasil jadi Juara 1 di arena LCC tingkat Kabupaten, yang diadakan tempo hari, Sabtu (30/4), di SDN Wonorejo Wonopringgo.

Regu SD Muhammadiyah 03 Pekajangan, lanjutnya, sukses jadi juara 1 sesudah sukses menaklukkan lawan-lawanya yaitu regu dari SDN 01 Pododadi Karanganyar, serta SDN 01 Paninggaran di partai final. Dzulqornain Briyan Kautsar Cs dinobatkan sebagai juara 1 dgn torehan nilai paling tinggi yaitu 750. “Di babak final itu tempo hari ada SD dari paninggaran serta Karanganyar, ” ujarnya.

Atas prestasi yang dicapai sekolahnya, Suhandi mengatakan terimakasih pada semuanya pihak yang sudah sudi berikan support pada SD Muhammadiyah 3 Pekajangan, hingga pihaknya dapat mencapai juara LCC tingkat Kabupaten Pekalongan th. ajaran 2015/2016.(sp/radarpekalongan)

cahayaumat

sumber:sangpencerah – editor:buyasorta

Berikut Ini, Isi Curahan Hati Kepala TK ABA 23 Kepada Redaksi Sang Pencerah

ilustrasi

cahayaumat.net– Redaksi sang pencerah menerima curahan hati dan pemikiran dari Kepala TK ABA 23 Grand Depok City. Kepala TK ABA 23 ingin menyalurkan aspirasinya terkait media untuk-untuk anak-anak TK ABA. Ada beberapa alasan kenapa kemudian beliau memilih sang pencerah untuk mengungkapkan pemikirannya, seperti  yang ia tulis berikut ini:

Assalamu’alaikum wr, wb.

Izinkan kami mengirim e-mail melalui cahayaumat.net. karena kami tidak menemukan alamat email redaksi di Majalah Bustanul Athfal dan email ke suara Aisyiyah tidak ada tanggapan.

Kami ingin memberi masukan agar Majalah Bustanul Athfal sebagai media cetak yang dimiliki peserta didik di seluruh Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal (TK ABA) yang diterbitkan oleh pimpinan Pusat Aisyiyah lebih memahami kebutuhan kanak-kanak peserta didik.

kami memperhatikan bahwa di bagian halaman sampul belakang Majalah Bustanul Athfal lebih banyak berisi foto-foto kegiatan pengurus Aisyiyah dan jika pun ditampilkan foto kegiatan TK ABA kurang mengakomodasi TK ABA seluruh Indonesia. seringkali yang ditampilkan hanya TK di Jakarta. bahkan kami perhatikan pernah ada pengulangan tampilan foto dari edisi sebelumnya dgn yang berikutnya.

Kami mengusulkan agar Majalah Bustanul Athfal dibagian sampul belakang tersebut bisa lebih representatif sebagai majalah anak dgn:

  1. Menampilkan hasil karya anak yang dikirimkan ke redaksi majalah Bustanul Athfal, berupa gambar, dll. secara bergantian dari TK ABA seluruh Indonesia. jadi bukan hanya satu atau dua TK ABA saja yang ditampilkan.
  2. Menampilkan foto kegiatan TK ABA seluruh Indonesia secara bergantian.
    3. untuk memudahkan pengiriman secara cepat dan terkini maka dibuat alamat email khusus redaksi majalah Bustanul Athfal kemana harus dikirimkan.

Demikian email ini kami kirimkan. semoga dapat menjadi masukan untuk kemajuan majalah TK ABA selanjutnya.

wassalamu’alaikum wr, wb.

Kepala Sekolah TK ABA 23 Grand Depok City

Arifani S.Psi., M.Psi., Psikolog

NBM. 1068430

 

cahayaumat

sumber:sangpencerah – editor:buyasorta

Di Tempat Minoritas, Hasil UN SMK Muhammadiyah Kupang Tembus 3 Terbaik Se-NTT

ilustrasi : siswa SMK Muhammadiyah Kupang

cahayaumat.net–  Rasa syukur dan bahagia terus diungkapkan oleh Bapak Usman, aktivis Muhammadiyah yang mendapat amanah sebagai sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kupang. Bagaimana tidak, meskipun sekolah Muhammadiyah berada di wilayah yang mayoritasnya non muslim, prestasinya tidaklah surut.

Bapak Usman mengungkapkan pada UN Tahun Pelajaran 2015/2016 sekolah dibawah naungan Muhammadiyah menunjukkan taringnya. Kebanggan ini dicapai oleh SMK Muhammadiyah Kupang, dimana hasil UN yang di capai sekolah ini menjadi terbaik kedua se-Kota Kupang dan menembus 3 besar sekolah terbaik di Nusa Tenggara Timur.  “Semoga prestasi ini terus dapat kami tingkatkan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk tak perlu ragu sekolah di Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah Kupang sangat berkulaitas” , pungkasnya.

Kepada cahayaumat.net, beliau juga menuturkan akan terus meningkatkan kualitas institusi pendidikan Muhammadiyah, khususnya di NTT. SMK Muhammadiyah Kupang sendiri merupakan sekolah vokasi yang memiliki jurusan administrasi perkantoran, saat ini sekolah ini mendidik pelajar Muhammadiyah NTT yang 68 % siswanya merupakan non muslim. Semoga sekolah Muhammadiyah di Kupang terus berkembang, hingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan NTT berkemajuan (redaksi/jwt)

cahayaumat

sumber:sangpencerah – editor:buyasorta

Keterlaluan, Siswa Mts Muhammadiyah Yang Berprestasi Di Permainkan Pemda Bantaeng

ilustrasi

cahayaumat.net- Ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah Kab. Bantaeng yang di alami oleh seorang murid Mts Muhammadiyah Kab. Bantaeng Osamah Jihad Romadhan menjadi ramai diperbincangkan netizen khususnya warga Kab. Bantaeng.

Tulisan yang berjudul “Kekecewaan yang Membawa Berkah” ditulis oleh osamah melaului akun facebook ayahnya Bastiang Hadi dan di share oleh Agusliadi warga Kab. Bantaeng di akun Facebook miliknya dan di berbagai grup Whats App miliknya, Jum’at (6/5/2016).

FB_IMG_1462545338446-168x300
postingan kekecewaan di sosial media

Pada postingan tersebut osamah meluapkan kekecewaannya terhadap perlakuan tidak adil yang diterimanya atas prestasi yang telah ia raih sebagai Juara satu pada pertandingan anatar sekolah se-kab. Bantaeng untuk cabang bulutangkis.

“Dimana saya mewakili sekolah saya yakni Mts Muhammadiyah Bantaeng dalam cab Bulutangkis dan keluar sebagai juara satu tapi anehnya kenapa justru juara 2 dan 3 yang mewakili Kab. Bantaeng untuk mengikuti O2SN (Olimpiade Olahraga siswa Nasional) di Makassar) tulis osah panggilan akrabnya. Osah juga menuliskan bahwa pada saat penyerahan piagam, piala dan uang pembinaan, hanya juara 2 dan 3 yang disebutkan nama pemenangya pada saat perayaan upacara tanggal 02 Mei 2016 yang bertepatan dgn hari pendidikan nasional.

FB_IMG_1462545338446-539x400

Lalu saya sebagai juara satu tidak disebut, bahkan nanti guru olahraga saya yang datang menkomplaint kepada panitia peyelenggara yakni DIKPORA dan panitia pun memberikan berbelit-belit serta menyarankan kepada guru saya untuk mengambil sendiri piagam dan pialanya dikantor DIKNAS” ujar osamah dalam tulisannya.

Dan herannya lagi pada saat sampai disana hanya diberi piagam yang belum tertera nama osamah dan ini membuatnya sangat kecewa terhadap pemerintah kab. Bantaeng.

“saya begitu kecewa tapi kedua orang tua saya dan guru saya membujuk saya agar dapat bersabar” tutur osah. Dari informasi yang diterima inspiratifnews dari pihak keluarga bahwa Osah adalah merupakan siswa pindahan dari salah satu sekolah SMP Negeri di Bantaeng. (sp/inspirativnews)

cahayaumat

sumber:sangpencerah

editor:buyasorta