Aksi 212 dan Ahok di Mata Konsultan Singapura

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬‌ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخۡتَلِفِينَ (١١٨) إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ‌ۚ وَلِذَٲلِكَ خَلَقَهُمۡ‌ۗ وَتَمَّتۡ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ

“Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu [keputusan-Nya] telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dgn jin dan manusia [yang durhaka] semuanya.” (QS. Huud [11] ayat 118-119).

Aksi 212 2016. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
(cahayaumat.net) — Jumat (2/12/2016) pagi jam 10:00 di kawasan Marina Bay Singapore, saya meeting dgn Jonathan, partner bisnis saya, seorang Cina Singapura beragama Katolik. 

Dia Doktor lulusan salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat, dia mantan banker yang sekarang jadi konsultan keuangan untuk investor Timur Tengah yang bergerak di dunia penerbangan.

Sebelum meeting, tiba-tiba dia bertanya kepada saya, “Bukankah di Jakarta sekarang lagi ada demo besar-besaran 212, Pak Nur?”

“Oh kamu tahu juga ya?” Begitu ujar saya. Ternyata dia tahu dari media massa di Singapura.

Saya lantas menunjukkan TV live streaming di Android saya yang memperlihatkan jutaan manusia berjubel di Monas dan jalan protokol sekitarnya di Jakarta Pusat, serta menyambung dgn lautan manusia yang tumpah ruah di Bundaran Bank Indonesia. 

How amazing is it?” Begitu komentar Jo setengah tak percaya. 

“Berapa banyak manusia kah ini? Saya perkirakan antara 2-4 juta jiwa. Ini sudah lebih dari separuh penduduk Singapura (5,5 juta jiwa),” ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri. 

Sebagai seorang “profesional” yang selalu bekerja secara terencana dan sistematis, dia lantas melempar rentetan pertanyaan:

“Berapa lamakah perencanaan demo ini?”

“Siapakah yang memimpin demo ini?” 

“Bagaimana cara komunikasi antara pemimpin dan peserta demo?”

“Bagaimana mengatur transportasinya?”       

“Bagaimana mengatur logistiknya?”

“Bagaimana mengatur fasilitas pendukungnya (ambulans, toilet dll)?”

“bagaimana mengatur tempatnya?” 

Saya hanya bisa menggeleng sambil berucap, “saya nggak tahu Jo.”

Lantas Jo pun bergumam sambil geleng-geleng kepala,”Saya nggak percaya, ada orang/organisasi di manapun di dunia ini (note: dia sering melanglang buana) yang sanggup menggerakkan orang sebanyak itu dalam waktu singkat, impossible (tidak mungkin)Pasti ada kekuatan besar diluar manusia yang menggerakkannya.”

Diskusi kami pun beralih ke alasan dan penyebab demo. Rupanya si Jo ini tau juga dari media massa Singapura, bahwa ini merupakan rentetan unjuk rasa umat Muslim Indonesia akibat kasus penistaan agama oleh Guberbur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gantian, sekarang saya yang bertanya kepadanya,”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini Jo?”

Jo lantas menjawab, “Ini sih konyol dan sangat fatal. Bagaimana mungkin seorang Gubernur melecehkan agama yang dipeluk oleh mayoritas warganya sendiri?”

“Masalah agama sangat sensitif, apalagi menyangkut Kitab Suci yang menjadi pedoman hidup pemeluknya, yang lantas dinistakan oleh orang yang beragama lain,” ujarnya.

Lantas dia lanjutkan, “Ibaratnya ada tamu yang datang ke rumah Anda, lalu dia menghina isteri Anda, wah isteri Anda jelek, jorok, bau, bla bla… ya sangat wajarlah kalau Anda, anak-anak dan keluarga Anda marah.”

Ternyata Jo juga tahu karakter Ahok yang suka marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor. Lantas dia pun bertanya sambil keheranan, “Bagaimana mungkin orang seperti ini bisa terpilih jadi Gubernur di Ibu Kota negara Anda, Pak Nur?”

Saya langsung jawab, “Dia jadi Gubernur DKI karena menggantikan Jokowi yang naik jadi Presiden RI, jadi yang dipilih rakyat DKI waktu itu adalah figur Jokowi, bukan Ahok.” 

“Oohh gitu ya,” ujarnya maklum.

Lantas iseng-iseng saya ganti bertanya kepadanya, “Apakah orang seperti Ahok bisa jadi pemimpin di Singapura, Jo?”

Saya menanyakan hal ini karena ingar, ada pihak yang pernah mengatakan, jika Ahok tidak dikehendaki di Jakarta, dia bisa jadi gubernur di Hongkong atau di Singapura, jadi rakyat Jakarta yang rugi.

Dia pun tertawa sambil menjawab, “No way, Pak Nur. Di Singapura seorang pemimpin harus mempunyai standar moral dan etika yang tinggi, dia harus mengayomi dan bukan mencari musuh. Dia harus bisa jadi teladan bagi warganya.” 

“Tidak layak bagi pemimpin di Singapura untuk marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor/tidak pantas kepada warganya di depan publik, apalagi sampai melecehkan keyakinan warganya,” ujarnya.

“Bukankah dia pekerja keras, bersih, jujur, performance-nya bagus dan diakui orang banyak?” sergah saya.

Dia pun ketawa lagi sambil menjawab, “Bagi kami, Ahok hanyalah seorang hard worker, Pak. Dan bukan seorang pemimpin.” 

“Loh koq?”

“Kalau Aanda bekerja keras dan mengikuti aturan (termasuk tidak boleh korupsi) pastilah performance Anda bagus, seperti kami-kami ini, para profesional di Singapura,” katanya.

“Ooh gitu ya,” ucap saya sambil nyeruput kopi. 

Lantas kami pun back to laptop, kembali ke topik diskusi, membahas potensi dan rencana investasi di bisnis penerbangan di Indonesia.

Wallahu a’lam bish-showab.

NHA di jejaring WhatsApp

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Penemu Hatam: Mudahkan Al-Quran untuk Diingat dan Dihafal

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ۬

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar [54] ayat 17).

Abdul Latief, penemu metode Hatam (Hafal Tanpa Menghafal). (cahayaumatNA)
(cahayaumat.net) — Penemu metode Hatam (Hafal Tanpa Menghafalkan) Abdul Latief
mengatakan, mudahkan Al-Quran untuk diingat dan diambil pelajarannya.
Dai praktisi di bidang Al-Quran itu mengutip ayat Al-Quran
surat Al-Qamar yang artinya, “Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Quran untuk
diingat, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
“Menjadi penghafal Quran (hafidz) tidak perlu menghafal
ayat-ayat lalu mengingat, dgn metode multimedia juga dapat membantu,”
kata Latief.
Menurutnya, mengaji dgn metode have fun, berdamai dgn digital (tahfidz melalui multimedia) dan
peran orang tua diganti dgn gadget
menjadi beberapa langkah untuk cepat menghafal Al-Quran terhadap anak.
“Biasakan orangtua memberikan contoh dan perintah
tentang Al-Quran kepada anak agar apa yang orangtua lakukan berlaku juga kepada
anak,” tambahnya.
Kunci metode meng-Hatam dgn Ucahayaumat yaitu mengulang-ulang
bacaan dan hafalan Al-Quran dalam kegiatan apapun, seperti dalam perjalanan.
Multimedia terbagi menjadi audio dan video, jadi mensiasati ayat-ayat Allah
dalam audio maupun video, termasuk menggunakan irama yang disukai dalam menghapal
ayat-ayat Allah tersebut.

Pria yang juga seorang pengusaha itu berpesan bagi
seluruh umat Islam, tidak susah untuk menghafalkan Al-Quran, tergantung seperti
apa niat dan tindakan yang akan ditanamkan pada diri umat Islam itu sendiri. 

(Mirajnews.com/id)

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Habib Rizieq: Hukum Allah di Atas Segalanya

Habib Rizieq Shhab dan Kapolri Tito Karnavian. (Foto: cahayaumatNA)

“Tidak ada satupun hukum dari makhluk yang manapun yang lebih baik daripada hukum Allah. Bagi mereka yang yakin beriman kepada Allah.

Seluruh umat Islam Indonesia, segenap kaum Muslimin, tancapkan dalam sanubari yang paling dalam, dalam jiwamu semua, bahwa hukum Allah ada di atas segalanya. Bahwa ayat suci ada di atas ayat konstutiusi. Kenapa ayat suci di atas ayat konstitusi. Sebab ayat suci adalah kalam ilahi, firman ilahi. Sehingga menjadi harga mati untuk dipatuhi, untuk ditaati, tidak boleh diganti, tidak boleh direvisi.

Sedangkan konstitusi itu produk akal basyari, produk akal insani. Sehingga tidak boleh bertentangan dgn ayat suci.

Ayat konstitusi yang manapun yang sejalan dgn ayat suci, yang tidak bertentangan dgn Al-Quran dan Hadits Nabi, yang tidak berlawanan dgn hukum Allah dan Rasul-Nya, yang tidak melawan syariah Islam, kita sebagai bangsa Indonesia wajib untuk mematuhinya.

Tapi, manakala ada ayat konstitusi yang bertentangan dgn dgn ayat suci, bertentangan dgn Al-Quran dan Hadits Nabi, bertentangan dgn hukum Allah dan Rasul-Nya, menabrak aturan-aturan syariat Islam, maka umat Islam wajib menolaknya, wajib untuk meluruskannya, wajib untuk mengembalikannya ke jalan Allah. Agar tidak bertentangan dgn ayat suci”.

(Petikan Khutbah Jumat Habib Rizieq Shihab di Lapangan Monas Jakarta, pada Aksi Bela Islam Super Damai 212. By Afta).

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Israel Bohongi Dunia Lebih dari 5 Tahun Soal Ghilad Syalith

palestinechroniceleIbnu Abbas menuturkan :

كَانَ نَاسٌ مِنْ الْأَسْرَى يَوْمَ بَدْرٍ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ فِدَاءٌ، فَجَعَلَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِدَاءَهُمْ أَنْ يُعَلِّمُوا أَوْلَادَ الْأَنْصَارِ الْكِتَابَةَ

“Ada orang yang termasuk tawanan Perang Badar tidak punya harta tebusan. Rasulullah saw, lalu menjadikan tebusan mereka adalah dgn mereka mengajari anak-anak Anshar baca tulis”.    (HR Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi). 

Ghilad Syalith    (palestinechronicle.com)
(cahayaumat.net) — Untuk pertama kalinya, Koran Maariv Israel mengungkapkan kesaksian Ghilad Syalith, salah seorang prajurit Israel yang menjadi tahanan pejuang Palestina (Hamas) selama lima tahun di jalur Gaza. 

Syalith mengatakan, bagaimana keadaan dirinya secara detail sehari-hari ditawan pejuang Palestina. Dia menyebut, penahanannya berpindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya, dari terowongan yang satu ke terowongan lainnya, apa yang dia makan, apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama di Gaza. 

Menurut pengamat militer Israel, Ben Kasbit, seperti dilansir suarapalestina.id, hari ini, kasus Ghilat Syalith ini adalah bentuk kegagalan intelijen dan pemerintah Israel mencari jejak Gilath Syalith lebih dari lima tahun. Bahkan Syalith pulang dalam keadaan sehat dan selamat. 

“Ghilat Syalith itu orangnya menutup diri (introvert), lembut dan sensitif, dia tidak pantas disebut pahlawan, meskipun panglima angkatan darat Israel pada waktu itu komandan lapangan yang bertugas mengawal Syalith sampai ke tujuan,” katanya. 

Ketika ditawan Hamas, kulit Syalith tidak tergores sedikitpun. Ini karena, Hamas tidak pernah menyiksanya, apalagi dikabarkan di media bahwa Syalith telah terbunuh. “Israel membohongi dunia lebih dari lima tahun, Syalith menjadi ikon ‘kepahlawanan’ bagi rakyat Palestina. Ini pukulan telak buat Israel,” ujarnya lagi. 

Yang menjadi masalah, Syalith selama ‘ditawan’ di Gaza, hanya soal makanan. Apa yang dimakan mujahidin itulah yang dimakan oleh Gilad Syalith, sehingga berat badannya turun drastis selama di Gaza. 

Suatu hari, Ghilad Syalith makan bersama keluarga mujahidin di Khan Yunus Gaza, menikmati pemandangan dari atas apartemen melihat lautan, persis seperti sedang menikmati liburan musim panas. Padahal, statusnya sebagai ‘tawanan’. 

Kehidupannya dgn mujahidin juga tidak terlalu dekat, hanya beberapa kali saja Syalith ditanya tentang keunggulan tank “mirkava” milik Israel.

Silahkan klik Vidio di bawah ini :

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Profesor Ventabar : Banjir Bandang akan Menimpa Israel dalam Waktu Dekat

Allah Subhanahu Wa ta’ala Berfirman :

فَلَمَّا أَنجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰ أَنفُسِكُم ۖ مَّتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.   (QS, Yunus : 23) 

Wilayah Israel terbakar api    (newsth.com)
(mediaislamia.com) — Bencana alam akan terus terjadi di Israel. Pascamusibah kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di negeri ini, ancaman lainnya, banjri bandang, justru tengah mengancam.

Karenanya, Profesor Ventabar, ahli vulkanologi dan erosi tanah, Universitas Haifa, memberi peringatan keras akan adanya ancaman banjir bandang yang akan menimpa Israel dalam waktu dekat. Banjir bandang ini sebagai dampak dan akibat bencana kebakaran yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

“Gelombang air hitam bercampur dgn air hujan akan memicu banjir bandang yang akan menggenangi kota Tel Aviv,” katanya seperti dilansir laman suarapalestina.id. 

Musibah Banjir bandang  (newsth.com)

Pergeseran air dan tanah, kata Ventabar, menyebabkan ketidakstabilan kondisi air di dalam bumi. Kondisi ini, ucap dia, diprediksi kan terjadi pada Rabu besok. “Israel akan terkena bencana banjir besar,” ujarnya. 

Kebakaran hebat yang terjadi selama lima hari berturut-turut ini menyebabkan air yang dijadikan untuk memadamkan api menjadi surplus dan melimpah, sehingga jika terjadi hujan deras maka banjir tidak akan bisa teratasi. Karena menurut perkiraan cuaca, hari Rabu (30/11/2016) akan terjadi curah hujan yang cukup tinggi di kawasan Tel Aviv dan kota Israel.

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Mahmoud Abbas Kembali Pimpin Fatah

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

حديث عبد الله بن عمر رضي الله عنهما. ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: كللكم راع فمسؤل عن رعيته فالامير الذي على الناس راع وهو مسؤل عنهم. والرجل راع على اهل بيته وهو مسؤل عنهم. والمرأة راعية على بيت بعلها وولده وهي مسؤلة عنهم.  والعبد راع على مال سيده وهو مسؤل عنه، الا فكلكم راع و كللكم مسؤل عن رعيته

 اخرجه البخارى

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya.

Konferensi ke-7 Fatah      (palinfo.com)
(cahayaumat.net) — Anggota konferensi ke 7 gerakan Fatah Palestina, Selasa (29/11) akhirnya memilih kembali Mahmud Abbas untuk menjadi pemimpin mereka.

Koran resmi milik Fatah, Wafa mengungkapkan, ketua dewan nasional, Salim Zanun mengatakan, komite pusat Fatah kembali merekomendasikan Mahmud Abbas untuk menjadi ketua gerakan Fatah secara bulat. Ia telah memberikan kepercayaan secara prinsip sebagai pencetus cita-cita dan pendirianya.

Dalam pidatonya, Mahmud Abbas menegaskan, konferensi Fatah ini akan menentukan bagian terbesar bagi nasib Fatah ke depan.

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Rasulullah Tidak akan Memberi Jabatan pada yang Berambisi

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ علي الإِمَارَةِ وَ سَتَكُوْنُ نَدَامَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan (jabatan), padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan”.    (HR. Bukhari) 

Kursi jabatan pemimpin    (dakta.com)
(cahayaumat.net) — Dari Abu Musa berkata, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama dua orang dari kaumku. Salah satu dari keduanya berkata ‘Wahai Rasulullah, jadikanlah kami pejabat (amir).’ Kemudian orang yang kedua juga mengatakan hal yang sama. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kita tidak akan memberikan jabatan ini kepada orang-orang yang memintanya dan tidak juga kepada orang yang ambisi terhadapnya.” (HR. Bukhari)

Hikmah hadis di atas :

1. Kecenderungan manusia umumnya suka terhadap jabatan dan kedudukan. Karena secara lahiriyah, jabatan terlihat manis dan menyenangkan, bertaburan harta dan penghormatan, serta diwarnai dgn wibawa dan kemewahan. Maka tidak heran, terkadang demi jabatan, banyak orang yang rela melakukan apa saja, termasuk perbuatan yang tercela, haram bahkan berbau kemusyrikan. Atau juga sekadar lobi, datang dan sowan, kepada tokoh dan panutan, atau juga melakukan pencitraan, demi mendapatkan jabatan.

Jabatan harus dipegang orang yang amanah
 (annasindonesia.com)

2. Sementara hakikat dari jabatan itu sendiri adalah amanah yang sangat berat dari Allah Ta’ala, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dalam hisab yang panjang. Di samping juga bahwa jabatan, penuh dgn tekanan dan jebakan, bahkan intrik saling menjelekkan dan menjatuhkan, yang apabila seseorang lemah iman, ia akan terperdaya dalam perangkap setan.

3. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun enggan memberikan jabatan kepada orang yang terperdaya dgn kemilau pesonanya, ambisi terhadap gemerlapnya, atau yang tergoda bias wibawa dan kemewahannya. Karena mungkin umumnya orang yang ambisi, punya maksud dan niatan yang tersembunyi, yang menggelapkan niatan suci, demi semata keinginan pribadi. 

4. Idealnya, jabatan dipegang oleh orang yang amanah, shiddiq dan fathanah, yang hati kecilnya menolak untuk memangkunya, namun ia ‘terpaksa’ memikulnya, karena beban dan amanah untuk dakwah, bukan karena ingin hidup mewah, namun karena amanah untuk menyelamatkan ummah.3. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun enggan memberikan jabatan kepada orang yang terperdaya dgn kemilau pesonanya, ambisi terhadap gemerlapnya, atau yang tergoda bias wibawa dan kemewahannya. Karena mungkin umumnya orang yang ambisi, punya maksud dan niatan yang tersembunyi, yang menggelapkan niatan suci, demi semata keinginan pribadi.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS Al-Ahzab : 72)

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

212 : Manusia Hanya Berusaha, Allah yang Menentukan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.    (QS. Muhammad : 7) 
Long March Ciamis -Jakarta di kawal polisi bersepeda
  (kantorberitakemanusiaan.com)
(cahayaumat.net) — Kabar melegakan akhirnya datang juga. Lewat pesan via WA, eramuslim mendapat kabar jika akhirnya berbagai bus dari Ciamis menjemput ribuan Muslim Ciamis yang tengah melakukan jalan kaki alias long march menuju Jakarta. Kabar dari WA itu berbunyi :

Peserta 212 Ciamis Dijemput dgn Bus

Kita patut berterima kasih kepada para peserta aksi 212 dari Ciamis.

Dari merekalah kita belajar makna perjuangan dan keikhlasan. Dari mereka pula kita belajar arti pengorbanan.

Ketika semua PO. Bus dilarang membawa peserta aksi, mereka tak patah arang. Semangat mereka tetap membara. Tak ada Bus, maka jalan kaki pun menjadi solusi.

Aksi jalan kaki menuju Jakarta ini membuka mata semua pihak. Membuat tersentak semua orang. Menyadarkan para pembuat kebijakan bhw ternyata arus itu begitu besar dan tak mungkin dibendung lagi.

Setelah kafilah para Mujahid Ciamis itu berangkat, tak berapa lama kemudian Kapolri mencabut larangan PO Bus utk mengangkut para mujahid itu.
Reaksi Polri terhadap alsi jalam kaki muslim Ciamis
(tarbawiah.com)

Kemudian berbagai bus yg tadinya menolak, akhirnya menjemput para peserta aksi damai 212 itu.

Tercatat PO. Budiman, PO Doa Ibu, PO Merdeka, PO Aladin, TNI dll menjemput para peserta aksi itu utk pulang kembali ke Ciamis dulu. Dan sbg bentuk permintaan maaf, mereka berjanji akan mengantarkan para peserta aksi itu ke Jakarta secara gratis. Mereka berencana berangkat ke Jakarta pada hari Kamis siang.

Masya Alloh, kisah yg indah sekali, happy ending….

Ibrah yg sangat berharga. Bahwa kewajiban kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin. Perkara hasil, maka Alloh-lah yg menentukan.

Semoga pahala senantiasa terlimpah mengalir utk para kafilah Ciamis. Berkat perjuangan mereka, akhirnya daerah lain bisa menggunakan bus, alhamdulillah….

Intanshurulloha yansurkum wayutsabit aqdamakum.

Jika engkau menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolongmu. Dan akan meneguhkan kedudukanmu di muka bumi.

(eramuslim.com/cahayaumat)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Wali Kota Sawahlunto : Magrib Matikan TV Hidupkan Al-Quran

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-   مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dgn bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”.   (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) 

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf (tengah)
(republika.co.id)
(cahayaumat.net) — Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf menerima Anugerah Spesial Peduli Penyiaran yang diberikan oleh Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Sumatera Barat pada acara KPID Awards, Senin (28/11) malam. Anugerah itu diterimanya berkaitan dgn program “Maghrib Mengaji Satu Jam Matikan Televisi” yang diterapkan di Kota Sawahlunto untuk mewujudkan masyarakat yang religius.

“Kita khusus memberikan anugerah ini karena beliau karena menerapkan program ‘Maghrib Mengaji Satu Jam Matikan Televisi’ kepada masyarakatnya,” kata Ketua KPID Sumbar Afrianto Korga di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang.

Menurut dia, program yang diterapkan Ali Yusuf membantu KPID dalam upaya menyesuaikan tayangan dgn mempertahankan budaya lokal masyarakat Sumbar.

Ayo matikan TV hidupkan Al-Quran   (m.kwikku.com)

“Salah satu komitmen kita ialah menyesuaikan siaran dgn falsafah yang dianut oleh masyarakat Minang, yaitu Adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah, kami pikir ini sejalan dgn komitmen kami,” katanya

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf mengatakan senang bisa menerima anugerah yang diberikan oleh KPID sebagai tokoh peduli penyiaran.

“Saya merasa senang bisa menerima anugerah ini dan hal ini saya peruntukkan bagi seluruh masyarakat Sawahlunto dan juga sebagai kado untuk ulang tahun Sawahlunto nanti,” katanya.

Ia menambahkan program “Maghrib Mengaji Satu Jam Matikan Televisi” yang diluncurkan Pemerintah Kota Sawahlunto merupakan salah satu upaya mencapai visi untuk mewujudkan masyarakat Sawahlunto yang religius. Ia menjelaskan penerapan magrib mengaji dilaksanakan dalam rentang waktu magrib hingga isya, masyarakat Sawahlunto diajak mematikan televisi maupun media elektronik lainnya untuk melaksanakan magrib mengaji bersama keluarga.

“Kita mengupayakan gerakan magrib mengaji menjadi sebuah kebutuhan dalam mengimbangi perkembangan zaman dan teknologi yang terkadang memberikan dampak negatif terhadap generasi muda,” katanya.

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta

Tulisan Jimmy Carter Soal Palestina Membuat Kejutan Media Massa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.    (QS. Al Anfal : 53)

Mantan Presiden AS ke-39 Jimmy Carter
  (m.timesindonesia.co.id)
(cahayaumat.net) — Presiden ke-39 Amerika Serikat (AS), Jimmy Carter, menulis opini yang cukup mengejutkan di media massa nasional setempat. Peraih Nobel Perdamaian 2002 itu menilai, AS di bawah pemerintahan Barack Obama harus segera mengakui kedaulatan negara Palestina. Sebab, mulai tahun depan AS akan dipimpin sosok baru, yakni Donald Trump. 

Jimmy Carter meragukan apakah kebijakan luar negeri Trump nantinya sejalan dgn yang telah diperjuangkan Obama selama dua periode.

“Kita belum tahu kebijakan pemerintahan (Donald Trump) nanti terhadap Israel dan Palestina. Namun, kita tahu pemerintahan sekarang. Presiden Obama bertujuan mendukung penyelesaian konflik dgn konsep dua negara berdaulat, (Palestina dan Israel) hidup berdampingan secara damai,” papar Jimmy Carter membuka opininya di The New York Times, Senin (28/11).

Menachem Begin dan Anwar Sadat   (jempolr.blogspot.co.id)

Menurut dia, prospek konsep tersebut kian mencemaskan. Carter mengakui, AS terus berupaya mendukung masa depan Palestina-Israel sebelum Presiden Obama meletakkan jabatan. Namun, waktu yang tersisa begitu pendek.

“Langkah sederhana namun penting mesti dilakukan pemerintahan sekarang sebelum masa jabatan habis pada 20 Januari nanti. Langkah itu adalah menjamin pengakuan diplomatis Amerika terhadap negara Palestina. Ada 137 negara yang telah melakukannya (mengakui kedaulatan Palestina). Hal itu akan membantu Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB,” kata Carter menegaskan.

Semasa Carter menjadi presiden, pada 1978 AS berhasil mewujudan perjanjian damai Palestina-Israel melalui Piagam Camp David. PM Israel saat itu, Menachem Begin, berjabat tangan dgn Presiden Mesir Anwar Sadat, setelah keduanya menandatangani dokumen bersejarah tersebut.

Carter mengenang, perjanjian Camp David didasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 242, yang terbit seturut dgn Perang Enam Hari (1967).

sumber:www.mediaislamia.com

editor:buyasorta