Ceria Pandu Athfal Muhammadiyah Latih Kemandirian Anak

pemberian tropy salah satu pemenang lombaPendidikan karakter saat ini dipandang semakin urgen untuk ditanamkan kepada generasi bangsa, utamanya sejak usia dini. Tidak hanya melalui pendidikan formal, namun juga pendidikan nonformal juga penting untuk membentuk karakter positif dalam diri anak. Salah satu bentuknya adalah melalui kegiatan-kegiatan kepanduan, seperti yang kemarin (20/12) diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.

Melalui kegiatan Ceria Pandu Athfal yang digerakkan oleh Kwarda Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Gresik di Alun-Alun Sidayu, Muhammadiyah serius membentuk karakter positif dalam diri anak. “Muhammadiyah bergerak membentuk kepribadian anak yang tanggap, inovatif, dan dan kreatif,” terang Muhammad Harun, ketua Kwarda HW Gresik. “Kegiatan ini juga berfungsi menanamkan cinta negara dengan karakter dan kepribadian Islami,” lanjutnya.

Pada event ini sebanyak 30 kabilah dengan total peserta mencapai 800 anak selain belajar tentang kepanduan, juga mengikuti pelbagai perlombaan. Setidaknya 10 jenis perlombaan yang diadakan, yakni mewarnai (juara SD Al-Islam Cerme), Tartil (juara SDM 2 Gresik), Talang Mas (juara SDM 1 Melirang), Kaligrafi (juara SDM Manyar), KIM Bau (juara SDM 1 GKB), Cerdas Cermat (juara SDM 1 GKB), Kim Raba (juara MIAS Bungah), Titian Shiratal Mustakim (juara MIM 4 Wotan), Pakai Lepas Lipat Baju (juara SDM Sidayu), dan Hasta Karya (juara MIM 1 Gumeno).

Ceria Pandu Athfal ini sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pra-Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Gresik yang akan dilaksanakan puncaknya pada 27-28 Februari 2016 mendatang di Perguruan Muhammadiyah Sidayu. []

Muhammadiyah Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks

logo_musyda_muh2Kanker serviks (kanker mulut rahim) merupakan kanker terganas kedua yang menyerang wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Berdasarkan statistik di dunia setiap 2 menit 1 wanita meninggal dunia, sedangkan di Indonesia sendiri, setiap 1 jam 1 wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Tingginya angka kematian akibat kanker ini salah satunya diakibatkan masih rendahnya kesadaran kaum hawa untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

“Wanita di Indonesia pada umumnya jarang yang melakukan pemeriksaan dini, padahal jika sejak awal terdeteksi kanker serviks akan lebih mudah untuk ditangani,” ujar dr. Zainul Arifin, Sp. OG (K) dalam acara Talkshow “Cegah Kanker Serviks Sejak Dini” yang dilaksanakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (6/12) kemarin.

Lebih lanjut, dr. Zainul menjelaskan bahwa Kanker Serviks merupakan penyakit yang penyebarannya terjadi melalui kontak seksual. Jadi seseorang sudah pernah melakukan hubungan intim, misalnya pada pasangan suami-istri idealnya rutin melakukan skrining. “Salah satunya melalui inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA),” terang dokter kandungan RS Muhammadiyah Gresik ini.

Pada acara yang diikuti puluhan kaum hawa ini juga dilakukan pemeriksaan gratis IVA. “Tujuannya agar peserta talkshow mengetahui kesehatan mulut rahimnya dan sekaligus bisa menyebarkan kepada wanita-wanita lain untuk melakukan pemeriksaan IVA,” kata dr. Musa Ghufron, MMR direktur RS Muhammadiyah Gresik.

Talkshow ini sendiri merupakan rangkaian acara Pra-Musyda Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan digelar pada 27-28 Februari di Sidayu dengan tema “Gerakan Pencerahan menuju Gresik Berkemajuan”. []

Pemuda Muhammadiyah Gresik Siap Kawal Pilkada

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Gresik Bersama PJ Bupati Gresik
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Gresik Bersama PJ Bupati Gresik
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Gresik Bersama PJ Bupati Gresik

GRESIK-Potensi kerawanan pilkada Gresik 2015 sebagaimana disampaikan Ketua Bawaslu, Muhammad dalam kunjungannya beberapa waktu lalu mendapatkan perhatian serius dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gresik. Karenanya Pemuda Muhammadiyah menyatakan siap mengawal perhelatan Pilkada ini agar berjalan kondusif. Demikian disampaikan ketua PDPM Gresik, Kemas S Rizal saat audiensi dengan Pj Bupati Gresik Akmal Budianto di kantor Bupati (12/9) kemarin.

Menurutnya, kerawanan konflik pilkada merupakan persoalan bersama masyarakat Gresik. “Pemuda Muhammadiyah dengan semua kekuatannya akan menjaga agar pilkada berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya. Ketua PDPM Gresik yang juga merupakan salah satu Kasi di Bappeda Gresik ini yakin dengan kekuatan yang dimiliki Pemuda Muhammadiyah bisa ikut berkontribusi. “Kita punya jaringan sampai ke desa-desa. Juga punya kader di penyelenggara pemilu, baik di KPU, Panwas, PPK, maupun PPL yang banyak dan merata,” lanjutnya.

Pj Bupati Gresik Akmal Budianto menyatakan kegembiraannya dengan dukungan Pemuda Muhammadiyah dalam mengawal pilkada ini. “Karena salah satu tugas utama saya memfasilitasi penyelenggaraan pilkada. Adanya dukungan ini akan sangat berarti,” kata beliau.
Dalam kesempatan audiensi ini, Pj Bupati juga menyatakan kesiapannya menghadiri Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Gresik yang akan digelar di Pulau Bawean 23-25 Oktober mendatang.[afk]

9 Calon Berebut Ketua Pemuda Muhammadiyah Gresik

image

Persaingan memperebutkan kursi ketua umum Pemuda Muhammadiyah Gresik mulai nampak. Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang digelar Minggu (27/9) kemarin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Dukun, telah ditetapkan sembilan nama calon ketua. Kesembilan calon itu yakni Abdul Alam Amrullah, Ahmad Faizin Karimi, Ainul Muttaqin, Almuslimun, Harunurrosyid, Minal Abidin, Muhammad Zamroni, Ulul Azmi Rizal, dan Zainal Arifin.

“Kita berharap muncul ketua baru yang bisa melanjutkan tradisi kepemimpinan profetik yang ada di Pemuda Muhammadiyah,” terang Kemas Rizal, ketua PDPM Gresik yang akan habis masa jabatannya tahun ini. Ketua dan formatur terpilih nantinya mengemban tanggung jawab besar membawa Pemuda Muhammadiyah menjadi organisasi kepemudaan yang memiliki kekuatan penentu perubahan,” lanjutnya.

Nantinya, kesembilan calon ini akan berebut suara dari 500 peserta Musyawarah Daerah (Musyda) dari 18 cabang. Musyda sendiri akan digelar di Pulau Bawean pada tanggal 23-25 Oktober 2015.(afk)

DPRD Gresik Persoalkan Selisih Honor KPU dan PANWAS

Pilkada Gresik
Pilkada Gresik
Komisi A DPRD Gresik Dan PANWAS Gresik

Honor Pengawas Pemilu (Panwaslu Kecamatan) adanya selisih lebih besar dari honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dipersoalkan oleh Komisi A DPRD Kab Gresik. Komisi A akan honor ke 2 penyelenggara disamakan, walaupun system kerja ke-2 penyelenggara Pemilu itu tidak sama.

Referensi itu disibakkan waktu pertemuan dengat pendapat yang di lakukan oleh Komisi A DPRD Gresik dengan KPU Gresik dan Panwaslih Kab Gresik. Seperti disibakkan anggota Komisi A Koirul Huda dari F PPP, ada kesetaraan itu utama karena bakal ada kecemburuan nanti. Walau sebenarnya peran utama dalam berhasil tidaknya proses pilkada, dua lembaga itu sangatlah bertindak.

“Kalau kita saksikan kemampuan KPU itu kan lebih berat dari Panwaslu, jadi kita merekomendasikan untuk kesetaraan honor untuk KPU serta Panwaslu, tetapi ini cuma hanya usulan serta nanti kita serahkan ke Tubuh Biaya, ” kata Koirul Huda.

Hal seirama juga di sampaikan oleh salah satu anggota komisi A, HM Abdul Kodir yang meminta Panwaslih menuturkan biaya yang digunakan untuk honor mesti berbanding lurus. “Beban kerja mesti terang, hingga biaya dapat benar betul terserap, ” kata Kodir dari F-KB.

Panwaslu Gresik menuturkan kemampuannya dengan biaya di depan Komisi A. Panwaslu Gresik mengemukakan dana Rp 1, 4 miliar sesuai sama pagu telah habis.

“Anggaran Rp 1, 4 miliar dari APBD telah habis terserap. Ada biaya Rp 74 juta namun tak dapat diserap lantaran terbentur ketentuan Permendagri 51 th. 2015. Karenanya, kami minta penambahan yang awal mulanya Rp 4, 7 miliar lantas dikoreksi lagi jadi Rp 4, 1 miliar. Pemaparan biaya itu telah ideal serta minimalis, mengenai honor kita mengacuh pada SK yang didapatkan Bupati, ” tutur M. Faizin.

Sesungguhnya keseluruhan biaya yang diperlukan untuk honor Panwas Kecamatan dengan PPK semakin besar PPK, Panwas Kecamatan dengan 3 komisioner cuma memerlukan 5, 5 juta, disamping itu Honor PPK untuk 5 komisioner memerlukan dana 6. 5 juta per bln (afk)

Apresiasi Muktamar Muhammadiyah Dari Tokoh Lintas Agama

Muhammadiyah Tokoh Lintas Agama
Muktamar Muhammadiyah Makassar
Muktamar Muhammadiyah Makassar

cahayaumat.net, Beberapa tokoh lintas agama mengapresiasi Muktamar Ke-47 Muhammadiyah di Makassar pada 3-7 Agustus 2015 yang dinilai berhasil dalam mendorong kepemimpinan baru ataupun merumuskan program ke depan untuk persyarikatan itu.

” Berhasil penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah di Makassar, animo dari tokoh lintas agama serta petinggi yang beberapa mengemukakan langsung pada Prof Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah sebelumnya), ” kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa timur H Nadjib Hamid di Surabaya, Selasa (11/8/2015).
Beberapa tokoh itu diantaranya Franz Magnis-Suseno (budayawan/pastor), Susi Pujiastuti (Menteri Kelautan), Lukman Hakim (Menteri Agama), Badrodin Haiti (Kapolri), Saleh Husin (Menteri Perindustrian), serta Pdt. Gomar Gultom (Sekjen PGI).

Diluar itu, Pdt Lipius Biniluk MTh (alumnus SMA Muhammadiyah Abepura/Ketua Umum FKUB Papua, Ketua PGGP, Penasihat Gubernur Papua), Prof Philip Wijaya (Ketua Walubi/Surabaya), serta Uung Sendana (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia/Matakin).

Umpamanya, Franz Magnis mengapresiasi 10 th. kepemimpinan Din Syamsuddin di Muhammadiyah. ” Pak Din membawa Muhammadiyah jadi stabilisator orang-orang sipil, Islam sebagai unsur pemersatu bangsa Indonesia, dan pendukung kuat demokrasi Indonesia, ” ujarnya, seperti dikatakan Nadjib Hamid.

Diluar itu, Franz Magnis juga menilainya Din berjasa besar bangun jalinan antarumat beragama. ” Saya pribadi rasakan juga sebagai privilese bahwa saya selalu dilibatkan Pak Din. Saya juga menginginkan Pak Din meneruskan peran didunia internasional. Pak Din adalah aset nasional, tidak cuma untuk umat Islam, ” ujarnya.
Seirama dengan itu, Pdt Lipius Biniluk MTh dari Papua menilainya muktamar sudah membuahkan keputusan-keputusan yang strategis untuk Muhammadiyah pada terutama serta warga bangsa biasanya, karenanya kerja sama yang telah jalan sampai kini bisa selalu ditingkatkan.

Disamping itu, Kapolri Badrodin Haiti mengatakan selamat atas terselenggaranya Muktamar Muhammadiyah di Makassar yang berjalan aman, lancar, teratur serta systemnya cukup bagus serta menawan.

” Saya mengharapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah bisa menolong Polri dalam menahan berkembangnya radikalisme serta fundamentalisme agama, ” ujarnya.
Tak ketinggalan, Menteri Kelautan Susi Pujiastuti yang terasa terdidik ayahnya dalam lingkungan Muhammadiyah juga mengapresiasi, bahkan juga ” Schulerisme ” serta ” Relegy ” yang seimbang yang dimiliki Muhammadiyah bakal dapat mendidik bangsa.

” Bila bapak bukanlah terdidik Muhammadiyah, mustahil saya memikirkan serta berperilaku seperti ini. Lantaran langkah bapak saya memikirkan yang senantiasa rasional, logis serta religius, namun saya bisa baca buku perihal apapun, dari Marxis, Adam Smith, Machieveli, Kahlil Gibran, Jean P Satre, Iwan Simatupang, Le Quran Le Bible Le Science?, jadilah Susi seperti saat ini, ” ujarnya.

Disamping itu, Prof Philip Wijaya (Ketua Walubi/Surabaya) juga mengatakan selamat atas terselenggaranya Muktamar Muhammadiyah dengan cara lancar serta teduh. ” Kesuksesan Boss dimaksud dimana-mana, luar umum. Mudah-mudahan estafet organisasi semakin bercahaya, ” ujarnya.
Lain perihal dengan Sekjen PGI Pdt Gomar Gultom yang menyebutkan dedikasi Prof Din sudah mencerdaskan umat dalam bangun bangsa dalam bingkai kerukunan, sedang Uung Sendana dari Matakin menyebutkan kepemimpinan Din Syamsuddin sudah mewarnai kebaikan untuk Indonesia, Asia serta Dunia.

 

SANTUNAN LAZIS MUHAMMADIYAH SE-KABUPATEN GRESIK

lazismu Gresik
lazismu Gresik

Melalui (LAZISMU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah pada bulan Ramadhan ini telah mendistribusikan santunan Yatim Piatu dan Dhuafa se-Kabupaten Gresik. Program santunan dan dakwah Ramadhan tahun ini secara nasional bertema “Delivering Happiness” (menyebarkan kebahagiaan).

Di Kabupaten Gresik sendiri program ini dijalankan dalam beberapa kegiatan, yakni: buka bersama narapidana di Lapas Banjarsari Cerme, buka bersama dan santunan yatim-piatu, santunan guru mengaji, bingkisan sembako untuk dhuafa, dakwah media, bantuan pengungsi Rohingya, dan sebar da’i muda ke mushalla.

“Tujuan kegiatan ini agar kaum miskin dan kelompok mustadhafin bisa ikut merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan ini,” demikian ujar Ir. Sugeng, ketua LAZISMU Gresik.

“Sebaran distribusi santunan LAZISMU ini mencakup se-Kabupaten Gresik, bahkan hingga ke Pulau Bawean,” lanjut Ir. Sugeng. Ini dikarenakan dalam melaksanakan kegiatan ini LAZISMU Gresik menggerakkan UPZ-UPZ yang ada di seluruh Pimpinan Cabang (setingkat kecamatan) dan yang ada di tingkat amal usaha pendidikan.

SANTUNAN LAZIS MUHAMMADIYAH SE-KABUPATEN GRESIK

PUASA DAN KEHIDUPAN YANG NYAMAN

Kehidupan Yang Nyaman
Kehidupan Yang Nyaman
ilustrasi- Kehidupan Yang Nyaman

Dewasa ini semakin sering kita dengar, baca, lihat, bahkan mungkin kita alami sendiri kehidupan sosial kita semakin tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini kita rasakan dalam hampir semua bidang kehidupan. Kondisi ini tercermin dalam pemberitaan-pemberitaan di media, diskusi di ruang akademik, bahkan sampai pembicaraan di warung-warung kopi atau poskamling.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita terancam oleh bahaya konflik antar negara atau antar kelompok. Peperangan terjadi meski peradaban dan komunikasi terus dibangun. Di sisi lain, kehidupan dalam ruang bangsa dan negara kita sendiri juga belum bisa dianggap memuaskan. Masyarakat kita masih belum merasakan kebahagiaan hidup di tanah airnya.

Survey tingkat kebahagiaan tahun 2015 yang dirilis PPB menempatkan Indonesia pada urutan ke-74 di bawah Malaysia dan Thailand yang masing-masing berada di posisi ke-61 dan 34. Indikator lain yang bisa kita gunakan adalah koefisien Gini Indonesia 0,41 yang menunjukkan tingginya disparitas ekonomi (jurang kaya dan miskin).

Contoh lain dalam urusan konsumsi, kita tidak sepenuhnya merasa nyaman dengan apa yang kita makan atau minum. Kita dihantui oleh perasaan khawatir apakah makanan itu mengandung bahan yang membahayakan kesehatan kita.

Urusan sosial sehari-hari juga kita rasakan mulai tidak nyaman. Mulai dari hal yang besar seperti makin maraknya kriminalitas hingga hal-hal sederhana seperti ritme hidup yang tidak santai, diburu waktu dan target pekerjaan, atau kemarahan-kemarahan yang mudah muncul di jalanan.

Mengapa ketidaknyamanan ini semakin membesar? Bukankah kita ini hidup di negeri serba kaya? Bukankah kita adalah bangsa yang hidup dengan budaya ketimuran yang dikenal mengutamakan kesantunan dan kebahagiaan?

Salah satu akar penyebabnya menurut saya adalah keinginan kita yang semakin liar. Keliaran ini dalam bingkai modernitas menjadi semakin sulit dikendalikan. Dalam bahasa agama, keinginan yang liar ini disebut nafsu lawwamah.

Sebagai makhluk bebas, manusia memang memiliki keinginan. Menurut Plato setiap manusia memiliki ragam keinginan dan hasrat yang saling berkonflik satu sama lain, serta bahwa manusia harus mengatur semua hasrat yang bergejolak di dalam dirinya tersebut. Untuk mengatur keinginan-keinginan itu manusia ada yang mendasarkan pada filsafat, norma, atau agama.

PUASA DAN KEHIDUPAN YANG NYAMAN

Dalam konteks agama, terdapat seperangkat ajaran dan ritus yang jika kita renungkan merupakan instrumen untuk membuat pemeluknya bisa mengendalikan diri, mengendalikan keinginan. Dalam Islam, puasa adalah salah satu ibadah yang jelas-jelas bertujuan agar kita bisa mengendalikan keinginan.

Keinginan-keinginan yang kita kendalikan dalam puasa, bukan semata-mata keinginan biologis semata namun juga keinginan psikologis. Dalam sebuah hadits Bukhari disebutkan “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.” Maka semestinya puasa ini menjadi sarana pelatihan bagi kita untuk agar bisa menjadi pribadi yang bisa mengendalikan diri secara holistik, bukan sekedar menahan lapar dahaga semata.

Jika tiap individu dalam masyarakat bisa mengendalikan diri, maka kehidupan sosial dalam masyarakat kita akan semakin baik. Kita hidup semakin nyaman, dan itulah salah satu parameter Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Semoga. [Ahmad Faizin, S.Th.I, M.Si.]

 

Puasa Ramadhan Dan Solidaritas Umat

ramadhan solidaritas umat.
ramadhan solidaritas umat.
ramadhan solidaritas umat.

Oleh : Yunahar Ilyas

Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang berpuasa itu mempunyai dua keceriaan, yakni waktu berbuka puasa dia bergembira dengan makanannya, apabila bertemu Rabbnya dia bergembira dengan puasanya. ” (HR Bukhari Muslim)

Puasa Ramadhan Dan Solidaritas Umat

Keceriaan orang yang berpuasa waktu berbuka adalah keceriaan yang alami lantaran dia memperoleh kebebasannya kembali dari apa yang semula dilarang. Keceriaan berbuka puasa juga adalah keceriaan yang religius lantaran dia sukses merampungkan beribadah puasanya.

Berbuka puasa yaitu momentum yang sangatlah efisien untuk tingkatkan kebersamaan pada sesama anggota keluarga dalam suatu rumah tangga.

Bila pada hari-hari umum sangatlah susah untuk mencari saat makan berbarengan pada suami istri lantaran aktivitas semasing, terlebih makan berbarengan komplit dengan anak-anak, dalam bln. Ramadhan ini peluang itu datang lebih banyak—kalau bukanlah tiap-tiap hari—tatkala buka puasa.

Peluang kebersamaan itu semakin banyak lagi, bahkan juga mungkin saja dapat sehari-hari ketika makan sahur. Kebersamaan pada semua anggota keluarga pada saat berbuka serta sahur bakal tingkatkan soliditas keluarga itu.

Begitupun acara buka berbarengan yang diselenggarakan dalam komune spesifik, seperti di masjid untuk lingkungan RT, di kantor untuk lingkungan kerja, di universitas untuk civitas akademika, di organisasi massa atau lingkungan beberapa petinggi negara, pasti akan tingkatkan kebersamaan.

Keceriaan saat berbuka, gelak tawa, serta canda dan obrolan-obrolan enteng mendekati berbuka puasa pasti sangatlah berguna untuk tingkatkan kebersamaan. Sekat, sumbat, serta kendala komunikasi yang hari-hari umum sulit di hilangkan, dalam situasi berbuka berbarengan bakal gampang teratasi.

Di samping acara buka puasa berbarengan yang diselenggarakan dalam komune spesifik, juga banyak beberapa muhsinin yang menjamu beberapa orang miskin serta anak-anak yatim untuk berbuka puasa berbarengan.

Ada yang menjamu segera ke rumah yang berkaitan, serta ada pula yang mengadakannya di panti-panti asuhan atau cukup kirim paket buka puasa dalam jumlah spesifik.

Banyak juga yang di samping jamuan buka puasa, mereka membagikan sinyal mata atau rupa-rupa hadiah berbentuk beberapa barang kepentingan harian, perlengkapan shalat, serta perlengkapan sekolah.

Hal yang butuh di perhatikan dalam menjamu serta membagi-bagikan pertolongan untuk golongan yg tidak berpunya itu yaitu langkah mengemukakannya.

Mesti diberikan dengan beberapa cara yang mulia, berarti terus memuliakan mereka yg tidak mujur dengan cara finansial itu.
Janganlah lagi berlangsung kecerobohan dalam membagi-bagikan pertolongan hingga bukan sekedar berkesan merendahkan martabat fuqara serta masakin, dapat juga membahayakan nyawa mereka seperti telah pernah berlangsung sekian kali.

Penulis berkesan pernah mengikuti wali kota serta wakil wali kota satu kota, berbarengan petinggi sipil serta militer mengantarkan paket pertolongan ke rumah-rumah beberapa orang miskin.

Data beberapa orang miskin beserta alamat mereka dihimpun oleh beberapa reporter media yang umum meliput di kantor-kantor pemerintahan setempat.
Ini adalah kerja sama yang indah serta bermanfaaat. Sekianlah sekelumit deskripsi kebersamaan dalam bln. Ramadhan yang bisa tingkatkan solidaritas umat. (ROL)

 

#SudahlahJokowi Trending Topik Twitter

presiden Jokowi
presiden Jokowi
#SudahlahJokowi Trending Topik

#SudahlahJokowi Trending Topik, Analis ekonomi Society Reseach and Humanity Development (SERUM) Institute, Juiceman Dalle, menilainya bahwa hastag #SudahlahJokowi adalah ungkapan kekecewaan rakyat yg ditumpahkan di Twitter, berkenaan tdk katanya arah bangsa.

#SudahlahJokowi Trending Topik Twitter

“Rupanya #SudahlahJokowi ungkapan kecewa rakyat yang ditumpahkan di Twitter tentang semakin tak tuturnya arah bangsa, ” ‏tulis Juiceman di account Twitter @JusDalle.

Pengurus HIPMI ini meyakinkan bahwa tak ada sinyal tanda kesuksesan Jokowi, baik waktu jadi Gubernur DKI, sampai Presiden RI. “Di tingkat kota kecil seperti Solo, Jokowi dapat klaim sukses. Namun di Jakarta tak ada sinyal kesuksesan. Terutama taraf negara. #SudahlahJokowi, ” tegas @JusDalle.

“Belum pasti. Namun Jokowi jadi presiden, di pastikan amburadul, ” catat @JusDalle, menyikapi pernyataan @virgi_deniar : “Coba prabowo jadi presiden, Indonesia akan maju. ”

Juiceman Dalle juga memberi komentar gosip menteri yang mengejek Presiden Joko Widodo seperti dibeberkan Mendagri Tjahjo Kumolo. “Tuan dihina oleh pembantunya. Serta si tuan tidak berlaku. Mudah-mudahan hinaan yang disebut si menteri ditujukan ke pribadi, bukanlah ke lambang kepala negara. Rakyat dapat turut geram #SudahlahJokowi, ” twitt @JusDalle. (bs/intelijen)