Home Berita Nasional Pendidikan Indonesia Berhutang Banyak Pada Muhammadiyah

Pendidikan Indonesia Berhutang Banyak Pada Muhammadiyah

188
0
Anies Baswedan Di Sidan Pleno Muktamar47 Aisyiyah
Anies Baswedan Di Sidan Pleno Muktamar47 Aisyiyah

#muktamar47 – cahayaumat.net, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan bangsa ini mempunyai utang banyak pada persyarikatan Muhammadiyah lantaran sudah berjasa pada pendidikan bahkan juga jauh saat sebelum Indonesia terbentuk.

” Bangsa ini mempunyai hutang yang banyak pada Muhammadiyah, yang mendidik saat sebelum pendidikan resmi itu ada di Indonesia, ” kata Mendikbud Anies di sela-sela acara Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Senin.

Menurutnya, Muhammadiyah sudah bangun pendidikan di negeri ini bahkan juga saat sebelum Republik Indonesia berdiri. Persyarikatan ini sendiri didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912 atau jauh saat sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan pada 1945.

” Saat sebelum RI berdiri, pendidikan di bangun Muhammadiyah serta ini membuat cerah, ” kata bekas Rektor Kampus Paramadina ini.

Di saat saat ini, Muhammadiyah juga berkelanjutan dalam gerakan pencerahan serta Islam berkemajuan. ” Saat ini Muhammadiyah bicara perihal perkembangan, lantaran memanglah dari pertama gerakan ini mendorong karenanya, ” kata dia.

Pemerintah, kata dia, sangatlah mengapresiasi kesibukan pemberdayaan umat ini. Muhammadiyah juga jadi ide untuk khalayak umum.

Dia setuju dengan pernyataan Presiden Joko Widodo perihal Muhammadiyah yang ikut serta dalam kesibukan kesehatan, sosial, ekonomi serta pendidikan.

” Banyak terobosan Muhammadiyah yang dikerjakan lalu jadi ide luar umum. Seperti ayah presiden katakan, berapakah juta anak yang lahir di Rumah Sakit PKU serta RS bersalin. RS Muhammadiyah itu bukan sekedar perihal rumah sakit saja namun juga pengelolaannya yang baik, ” kata dia.

Pada umumnya, Anies berasumsi jika Muhammadiyah sudah berinovasi dengan memadukan system pengelolaan moderen di organisasi Muhammadiyah dengan nilai-nilai ke-Islaman.

Ada juga hal menarik dari Muhammadiyah, satu diantaranya tokoh-tokoh persyarikatannya tak tersentral pada satu atau dua orang. Terdapat beberapa stock pemimpin di organisasi kemasyarakatan Islam ini. Pengelolaan di Muhammadiyah juga sukses mengaplikasikan pola administrasi di dengan penentuan individu berdasar pada prestasi atau kekuatan mereka (prinsip meritokrasi).

” Prinsip-prinsip meritokrasi itu ciri-ciri dalam Muhammadiyah serta itu kita animo, ” kata dia(Sp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here