Satu Abad Aisyiyah Dalam Pencerahaan Bangsa dan Berkemajuan

image
Jalan Sehat Menyosong Muktamar Aisyiyah dan Muktamar Muhammadiyah

Sakinah-cahayaumat.net, Muktamar Aisyiyah ke 47 yang bertepatan dengan usia satu abad Aisyiyah. Dengan umur ini, Aisyiyah dapat dikatakan sebagai organisasi wanita yang cukup tua. Denga usia satu abad Aisyiyah gerakanya tidak hanya pada sisi agama saja.

Gerak langkah Aisyiyah sudah tumbuh serta berkembang ke beragam bidang intinya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kesejahteraan sosial serta hukum. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Noordjannah Djohantini menjelaskan, dalam tanwir serta Muktamar Aisyiyah kesempatan ini adalah perhelatan akbar ‘Aisyiyah yang istimewa lantaran bertepatan dengan satu abad umur ‘Aisyiyah.   

Karenanya dalam kesempatan ini, Noordjannah mau jadikan tanwir serta Muktamar membuahkan harapan serta harapan Aisyiyah dalam masuk era ke-2. Satu diantaranya dengan mensupport penyamarataan harkat wanita untuk dapat jadi pahlawan nasional. 

 ” Selama ini sangat banyak perjuangan wanita yang sudah dikerjakan. Teta sering tidak disadari serta tidak tercatat dalam sejarah. Karenanya Aisyiyah mau menekan supaya tokoh-tokoh pejuang wanita dapat jadi pahlawan nasional,” ujar Noordjannah dalam sambutan tanwir Aisyiyah, Sabtu (1/8/2015). 

Diluar itu, Noordjannah  menjelaskan wanita di indonesia alami banyak tantangan seperti masalah kekerasan dirumah tangga,  women trafficking, pelemahan intitusi keluarga, minimnya perlindungan untuk wanita terutama mereka yang bekerja di sektor informal sampai minimnya keterlibatan dalam rencan pembaangunan baik di perkotaan ataupun pedesaan.    

Untuk menanggapi ini, Aisyiyah mempersiapkan beragam langkah strategis. Di antaranya gerakan pencerahan yang berbasis pada pandangan Islam berkemajuan, dakwah pencerahan strategis pemberdayaan serta advokasi sampai memperluas peran keumatan, kebangsaan serta kemanusiaan universal. 

 ” Agenda itu bakal jadi tanda Aisyiyah dalam meneguhkan jati diri Aisyiyah juga sebagai gerakan wanita muslim untuk pencerahaan bangsa, ” tutur Noordjannah. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Malik Fadjar menyampaikan tanwir serta Muktamar kesempatan ini adalah tonggak untuk mencanangkan langkah ke depan masuk era ke-2. Menurut Malik, kemampuan gerakan Muhammadiyah serta Aisyiyah terdapat pada harapan yang berlandaskan pada pemahaman Islam yang berkemajuan. 

 ” Jadi, harapan itu mesti di dukung dengan ilmu dan pengetahuan serta teknologi, kompetensi, komunikasi ataupun jejaring yang lebih luas tanpa ada kehilangan jati diri, dan melindungi idealisme, “.